Perundungan Siswa di Malang

    KPAI Sesalkan Sekolah Tak Laporkan Kejadian Perundungan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 03 Februari 2020 21:01 WIB
    KPAI Sesalkan Sekolah Tak Laporkan Kejadian Perundungan
    Ilustrasi. Foto: Media Indonesia
    Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan, pihak sekolah salah satu SMP Negeri di kota Malang yang tidak melaporkan perundungan fisik yang dialami siswanya.  Pasalnya KPAI  justru mendapatkan informasi perundungan yang terjadi pada minggu kedua bulan Januari 2020 ini justru dari laporan masyarakat.

    "KPAI menyayangkan pihak sekolah tidak melaporkan kejadian kekerasan yang dialami anak korban, padahal korban sampai dirawat di RS secara intensif selama beberapa waktu," kata Retno, di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

    Retno menjelaskan, korban mengalami perundungan fisik oleh teman satu sekolahnya.  Ada tujuh terduga yang melakukan perundungan dengan menjatuhkan anak korban di masjid, dan selanjutnya diduduki dan diinjak tangannya.

    Korban sendiri dikenal pendiam. Sehingga malu untuk mengadu atau melapor ketika mengalami perundungan. Terlebih sekolah juga tidak memiliki sistem pengaduan dan mekanisme penanganan kekerasan di sekolah.

    "Sehingga penyelesaian masalah kekerasan hanya sebatas pada pembiayaan RS sebagai bentuk pertanggungjawaban orang tua anak pelaku.  Tidak disertai pada pembinaan anak-anak pelaku agar memiliki efek jera dan  tidak mengulangi perbuatannya lagi," jelasnya.

    Untuk itu, KPAI mendorong agar Dinas Pendidikan Kota Malang membuat SOP agar seluruh sekolah memiliki mekanisme pelaporan.  KPAI juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Malang untuk melakukan pembinaan kepada pihak sekolah dan para guru, agar sekolah dapat membangun sistem perlindungan anak selama berada di sekolah.

    Retno pun menyebut bahwa sekolah telah abai.  Pasalnya perundungan terjadi di masjid yang notabene banyak orang.  "Dalam hal ini sekolah cenderung abai, padahal sekolah seharusnya menjadi zona yang aman dan nyaman bagi peserta didik," tegasnya.

    Lebih lanjut, KPAI mendorong P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) kota Malang untuk memberi dukungan. Guna pemenuhan hak rehabilitasi psikologis bagi anak korban maupun bagi anak-anak pelaku agar belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

    "KPAI mendorong Dinas Kesehatan kota Malang untuk memenuhi hak rehabiltasi medis anak korban," ujarnya.

    Sebelumnya diberitakan, salah satu siswa SMPN di Kota Malang, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Kota Malang.  Siswa kelas VII itu diduga menjadi korban perundungan di sekolahnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id