Jokowi: PISA Jadi Acuan Standar Pendidikan Gantikan UN

    Ilham Pratama Putra - 03 April 2020 12:10 WIB
    Jokowi:  PISA Jadi Acuan Standar Pendidikan Gantikan UN
    Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
    Jakarta:  Presiden Joko Widodo menginginkan ada perumusan ulang standar pendidikan Indonesia usai Ujian Nasional (UN) ditiadakan. Jokowi menyebut standar pendidikan Indonesia bisa mengacu pada Programme for International Student Assesment (PISA).

    "Ini momentum merumuskan ulang, evaluasi dan standar pendidikan secara nasional yang selama ini mengandalkan UN. (Sekarang) Kita bisa menggunakan standar internasional seperti PISA," kata Jokowi pada rapat terbatas peningkatan pendidikan Indonesia dalam PISA melalui konferensi video, Jum'at, 3 April 2020.

    Jokowi menginginkan pendidikan Indonesia lebih gahar lagi di kancah internasional. Menurutnya, dengan menerapkan standar PISA sebagai acuan, siswa Indonesa bakal mampu memperluas kemampuannya.

    Menurut catatan Jokowi, skor Indonesia dalam PISA belum cukup baik saat ini. Selama berpartisipasi dalam PISA sejak 2000, skor PISA Indonesia malah menurun pada 2018.

    "Skor rata-rata PISA di tahun 2018 menurun di tiga bidang kompetensi," ujarnya.

    Tiga bidang yang dimaksud Jokowi turun yaitu kompetensi membaca, matematika dan kemampuan sains. Hasil survei PISA 2018 itu nyatanya menempatkan Indonesia di urutan ke-74, atau peringkat keenam dari bawah.

    "Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74. Kemampuan matematika skornya 379 berada diposisi 73.  Kemampuan sains dengan skor 396 berda di posisi 71," terang Jokowi.

    Baca: Kemendikbud Akui Pengisian Nilai Rapor Berpotensi Dimanipulasi

    Jokowi berharap, peringkat ini bisa diperbaiki. Dia percaya evaluasi pendidikan dengan berpedoman pada PISA akan selaras dengan peningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air.

    PISA merupakan survei yang kerap jadi rujukan untuk melihat kualitas pendidikan di dunia. Survei ini diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) tiap tiga tahun sekali.

    PISA sudah dimulai sejak 2000 dan berlangsung hingga sekarang. Indonesia mulai sepenuhnya berpartisipasi sejak 2001. 

    PISA juga tidak hanya memberikan informasi tentang benchmark pendidikan Internasional, tetapi juga informasi mengenai kelemahan, serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id