Dana BOS

    Regulasi Dana BOS Berpotensi Ganggu Pembiayaan Operasional Sekolah

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 11 Februari 2020 15:16 WIB
    Regulasi Dana BOS Berpotensi Ganggu Pembiayaan Operasional Sekolah
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
    Jakarta:  Ikatan Guru Indonesia (IGI) merespons episode ke-3 program 'Merdeka Belajar' yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang skema baru pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah.  Organisasi guru ini menilai kebijakan Nadiem ini berpotensi mengganggu penggunaan dana BOS untuk kebutuhan operasional sekolah.

    Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim menyoroti peningkatan alokasi sebesar 50 persen dari dana BOS untuk membayar gaji guru honorer.  Menurut Ramli, kebijakan ini tidak sejalan dengan keputusan pemerintah  'menghapus sistem honorer' yang disepakati oleh Pemerintah Pusat dan DPR RI.
     
    Selain itu, dengan adanya alokasi untuk guru honorer ini dikhawatirkan akan mengganggu kebutuhan operasional sekolah.  "Penambahan porsi dana BOS untuk guru honorer otomatis mengurangi pembiayaan untuk kebutuhan lain yang juga mendesak di sekolah-sekolah," ungkap Ramli di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Selain itu, komposisi dana BOS yang baru juga belum adil bagi sekolah dengan jumlah siswa sedikit dan kondisi geografis berat.  "Karena bilangan pembagi di sekolah berjumlah siswa banyak lebih kecil dibanding sekolah dengan jumlah siswa sedikit yang hampir pasti bilangan membaginya besar untuk berbagai kebutuhan," ujarnya.

    Namun IGI mengapresiasi keputusan pemerintah untuk mentransfer dana BOS langsung ke rekening sekolah.  Dengan kebijakan ini, Ramli berharap tidak akan ada lagi dana yang tertahan di daerah karena harus ditransfer dulu ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi.

    "Karena daerah terkadang menahan dana BOS dengan berbagai alasan, momentum politik pun kadang jadi faktor pembeda momentum dikeluarkannya BOS," ungkapnya.

    Masih soal skema baru penyaluran dana, dengan 70 persen dana diberikan pada semester pertama akan sangat membantu sekolah.  Pasalnya, selama ini pada semester pertama sekolah dan guru kelimpungan menambal kekurangan untuk kebutuhan operasional sekolah.

    "Terkadang Kepsek atau guru harus ngutang untuk menalangi kebutuhan operasional, itu sudah menjadi rahasia umum," jelasnya.

    Nadiem sendiri mengubah skema penyaluran dana BOS. Penyaluran tahap pertama berjumlah 30 persen dicairkan pada Januari, tahap kedua 40 persen di bulan April, sementara tahap ketiga 30 persen pada September.  

    Selanjutnya soal penambahan unit cost, juga menjadi sisi positif dari kebijakan BOS. Tercatat unit cost terbaru ini untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), masing-masing naik sebesar Rp100.000.

    "Karena memang dana BOS ini sangat terbatas apalagi dengan jumlah honorer yang semakin banyak dan diperparah jumlah siswa yang minim," terangnya.

    Sebelumnya, Nadiem telah mengeluarkan episode ketiga Merdeka Belajar yang berisi empat kebijakan dana BOS.  Keempatnya telah masuk dalam Permendikbud nomor 8 tahun 2020.

    Pertama, mengubah kebijakan penyaluran dana BOS.  Nadiem Makarim menyatakan penyaluran BOS bakal langsung ke rekening sekolah.

    Kedua, penggunaan dana BOS juga bakal dibuat fleksibel. Hal itu sebagai langkah awal untuk meningkatan kesejahteraan guru-guru honorer.

    Ketiga, nilai satuan BOS juga mengalami peningkatan. Dalam kebijakan 2020 ini, tiap peserta didik mendapatkan hak dana bos kenaikan masing-masing Rp100.000 dari tahun sebelumnya, di sekolah tingkat dasar maupun menengah.

    Selanjutnya, dalam kebijakan ini pelaporan BOS juga bakal diperketat. Tujuannya agar lebih transparan dan akuntabel.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id