Kemendikbud: Kualitas Vokasi Jadi Tolok Ukur Kemajuan Negara

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 11 Agustus 2020 20:04 WIB
    Kemendikbud: Kualitas Vokasi Jadi Tolok Ukur Kemajuan Negara
    Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto, meyampaikan vokasi menjadi tolok ukur kemajuan sebuah negara. Pemerintah pun berupaya keras membenahinya lewat program 'perkawinan massal' vokasi dengan industri, dan mengirimkan lulusan D3 vokasi ke luar negeri.

    Wikan menyatakan saat ini pendidikan vokasi membutuhkan banyak siswa yang memang memiliki minat besar masuk SMK. Hal ini diyakini bisa jadi batu pijakan meningkatkan kualitas vokasi sekaligus menciptakan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

    "Penting untuk membangun industri dan SDM unggul untuk meningkatkan produktivitas negara," ujar Wikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Ia meyakini, proses belajar akan menjadi menyenangkan bila didasari minat yang tinggi. Wikan pun menekankan, mereka yang memang menyukai untuk mengembangkan keterampilan agar tak ragu masuk ke SMK.

    "Jika lebih menyukai analisis, silakan masuk ke SMA. Jika lebih menyukai keterampilan, silakan pilih SMK," tutur mantan Dekan Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. 

    Baca: Tujuh Program Kemendikbud Dukung 'Pernikahan Massal' Vokasi-Industri

    Wikan mengungkapkan SMK bakal terus didorong untuk menghasilkan lulusan yang profesional. Nantinya, standar-standar di pendidikan vokasi akan didorong setingkat dengan standar pendidikan vokasi internasional dan juga sesuai kebutuhan oleh industri.

    "Kami dorong agar lulusan SMK itu profesional dan dapat bekerja di manapun," ujarnya.

    Wikan menekankan, pendidikan vokasi masa kini juga mengakomodasi siswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Lulusan SMK bisa melanjutkan ke program Sarjana Terapan atau S2 Terapan di dalam maupun luar negeri.

    "Salah satu contoh, kami sudah jalin kerja sama dengan universitas di Jerman untuk jenjang S2 Terapan," tuturnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id