Pascasoal 'Banser NU', USBN Bahasa Indonesia di Garut Diulang

    Antara - 11 April 2019 12:11 WIB
    Pascasoal 'Banser NU', USBN Bahasa Indonesia di Garut Diulang
    Siswa di salah satu sekolah tengah mengerjakan soal USBN, ANT/Basri Marzuki.
    Garut:  Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memutuskan untuk mengulang pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SMP di Garut, Jawa Barat, setelah keberadaan soal "Banser NU" memicu protes dari pihak  Nahdlatul Ulama (NU).  Disdik sekaligus akan menelusuri proses serta motivasi pembuatan soal tersebut.

    Terkait itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong berencana mengulang kembali USBN khusus Bahasa Indonesia, dan menyampaikan permohonaan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan.   "Kami akan mengulang ujian Bahasa Indonesia, dan kami selaku pimpinan dinas pendidikan memohon maaf atas kejadian yang terjadi kali ini," ucap Totong kepada wartawan di Garut, Kamis, 11 April 2019. 

    Salah satu materi soal di mata pelajaran Bahasa Indonesia pada USBN jenjang SMP di Garut berisi tentang cerita pembakaran bendera HTI (Hisbut Tahrir Indonesia) oleh oknum Banser NU 2018 lalu.  Di dalam soal terdapat kalimat yang menyiratkan pembubaran Banser dan keberadaan Banser yang arogan. 

    Materi dalam kalimat itu dianggap mendiskreditkan Banser NU, kemudian memicu ketersinggungan keluarga besar NU. "Kita akan telusuri apa motivasi dari pembuatan soal itu," kata Totong.

    Sebelumnya, anggota Banser dan Ansor Garut bagian dari organisasi NU mendatangi Dinas
    Pendidikan Kabupaten Garut, Rabu petang, 10 April 2019.  Kedatangan Banser dan Ansor Garut tersebut untuk menanyakan soal USBN tentang berita pembakaran bendera HTI yang terkesan menyudutkan Banser dan NU.

    Totong menilai tersinggungnya NU merupakan hal wajar, sehingga pihak NU mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan Garut untuk mengetahui tujuan dari pembuatan soal yang disajikan dalam USBN.

    Baca:  Sekolah Terdampak Banjir di Imogiri Numpang USBN

    "Untuk itu kami akan menanyakan kepada MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) apa motivasi dalam pembuatan soal tersebut," ujar Totong.   

    Totong mengungkapkan, pembuatan soal USBN dibuat oleh pemerintah daerah sebesar 80 persen dan total soal yang ada.  Sedangkan dari pemerintah pusat ada soal jangkar berstandar nasional sebesar 20 persen.

    Soal yang dibuat di Garut, kata dia, dilakukan oleh MGMP yang sebelumnya sudah diinstruksikan agar pembuatan soal tidak menyinggung hal-hal yang sensitif, khususnya terkait SARA. "Sepertinya ini dibuat dari tim MGMP Garut," katanya.   

    Persoalan itu sudah selesai bahkan sudah memiliki ketetapan hukum, sehingga tidak perlu dimunculkan karena khawatir menimbulkan persoalan baru di masyarakat.  Untuk itu massa
    meminta Dinas Pendidikan Garut segera mencopot jabatan pihak yang membuat dan meloloskan soal USBN tersebut.   

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id