Kamus Sejarah RI Dijual di E-Commerce, Nadiem: Akan Kami Tarik

    Ilham Pratama Putra - 22 April 2021 18:56 WIB
    Kamus Sejarah RI Dijual di <i>E-Commerce</i>, Nadiem: Akan Kami Tarik
    Mendikbud, Nadiem Makarim saat di kantor PBNU. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama



    Jakarta: Polemik Kamus Sejarah Republik Indonesia (RI) terus menjadi sorotan, meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menjelaskkan bahwa kamus tersebut belum final dan masih akan direvisi. Namun disayangkan, ternyata kamus tersebut kedapatan telah diperjualbelikan di situs belanja daring atau e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.

    Mendikbud Nadiem Makarim pun mengaku keget atas isu tersebut. Pihaknya berjanji akan menarik buku yang sudah diperjualbelikan tersebut.






    "Itu yang sedang kami lakukan sekarang untuk bisa menarik dan merevisi sebaik mungkin," kata Nadiem di Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Kamis 22 April 2021. 

    Agar kesalahan ini tak berulang, pihaknya akan melakukan monitoring yang lebih ketat. Pun tiap buku yang akan dipublikasikan bakal melalui proses pengawasan.

    "Tentunya kami harus punya tim yang secara komprehensif lebih ketat melakukan filtering konten buku-buku yang dipublikasikan. Apalagi yang hubungannya dengan sejarah, itu adalah pesan saya pada tim saya. Di masa saya, itu jangan terjadi lagi. Hal sensitif seperti sejarah harus kita benar-benar ada panelnya dan sejarawan dan ormas harus ada yang terlibat. Jadi itu merupakan inisiatif baru," terang Nadiem.

    Baca juga:  Ajak Mendalami Sosok Hasyim Asyari, Yenny Wahid Undang Nadiem ke Jombang

    Dia mengaku banyak belajar dari polemik kamus sejarah tersebut. Isu ini bakal dijadikan loncatan untuk meningkatkan kualitas publikasi di Kemendikbud.

    Sebelumya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyayangkan kamus kontroversial terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI berjudul Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II tetap beredar, bahkan diperjual-belikan di toko daring. “Padahal kata Mas Menteri (Nadiem) dan Dirjen (Kebudayaan) sudah ditarik, tapi percuma karena sudah beredar di masyarakat, kecuali dilarang,” kata Fikri dalam keterangannya.

    Kamus Sejarah Indonesia Jilid I & II terbitan Kemendikbud tersebut mudah ditemui di online shop semudah menge-klik mesin pencari di internet.   “Jadi ini seperti mau menghapus kesalahan, tapi dosanya terlanjur menjalar kemana-mana,” ucap Fikri.

    Politisi PKS ini menyatakan, setelah sebelumnya Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan mengakui adanya kesalahan atas penerbitan buku tersebut, sebaiknya Kemendikbud mulai melakukan pembersihan ‘dosa’.   “Segera larang peredarannya, karena sangat meresahkan, bila tidak dilarang, berarti memang benar demikian isi buku tersebut,” ujar Fikri.

    Buku itu dijual dalam rentang harga Rp100 ribu hingga Rp200rb di toko daring. Dalam halaman utama Kamus Sejarah Indonesia tercantum informasi nama-nama pengarah, narasumber, editor, pembaca utama, penulis, penerbit, dan lain-lain.  

    Sebagai Pengarah tercantum Hilmar Farid (Direktorat Jenderal Kebudayaan) dan Triana Wulandari (Direktur Sejarah). Tercantum sebagai penerbit adalah Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan nomor ISBN:  978-602-1289-76-1.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id