P2G: Surat Imbauan Kemendikbud Bukti Nyata Kampus Belum Merdeka

    Citra Larasati - 11 Oktober 2020 14:22 WIB
    P2G: Surat Imbauan Kemendikbud Bukti Nyata Kampus Belum Merdeka
    Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim. Foto: Dok. Pribadi
    Jakarta:  Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menyayangkan isi Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal Imbauan Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja.  Salah satunya berisi imbauan agar mahasiswa tidak mengikuti unjuk rasa dan kampus diminta untuk menyosialisasikan UU Ciptaker.

    Koordinator P2G, Satriwan Salim mengatakan, terutama imbauan agar kampus menyosialisasikan UU Cipta Kerja mengandung beberapa makna kontradiktif.  "Imbauan agar kampus ikut menyosialisasikan UU Cipta Kerja justru mengandung kontradiksi yang mendalam, sebab draf Final UU Ciptaker-nya saja tidak bisa diakses oleh kalangan akademisi, aktivis masyarakat sipil, bahkan oleh publik umumnya hingga sekarang Apalagi ditambah keterangan DPR jika Draf tersebut belum final," kata Satriwan, dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Kemudian ia mempertanyakan, jika draf tersebut tidak ada, maka apa yang harus disosialisasikan kampus kepada publik.  Satriwan mengatakan, bahwa Kemendikbud sudah membuat program "Merdeka Belajar" dan "Kampus Merdeka" bahkan keduanya sudah menjadi slogan di mana-mana.

    Surat Kemendikbud ini seolah mementahkan makna merdeka dari program yang digaungkannya sendiri.  Surat tersebut merupakan bentuk intervensi nyata Kemendikbud terhadap perguruan tinggi, sehingga menjadikan kampus jauh dari kata merdeka.

    Akhirnya Kampus Merdeka tak ubahnya sekadar jargon kosong.  "Kemendikbud mencabut kemerdekaan akademik universitas sebagai lembaga yang berfungsi mengembangkan nalar kritis," terangnya.

    Menurut Satriwan, ini adalah bukti bahwa kebijakan Kemendikbud kontradiktif. Di satu sisi Kemendikbud membuat kebijakan Kampus Merdeka, namun di sisi lain memasung kemerdekaan kampus dalam menjalankan fungsi kritisnya sebagai wujud Kampus Merdeka.

    Satriwan menambahkan, bahwa sudah semestinya kampus menyiapkan para generasi muda yang berperan sebagai intelektual organik.  Apalagi untuk mahasiswa, belajar tak lagig hanya di ruang kuliah yang terbatas tembok.

    Baca juga:  Kemendikbud Terbitkan Surat, Imbau Mahasiswa Tidak Ikut Demo

    Ruang kuliah sesungguhnya para mahasiswa adalah lingkungan masyarakat itu sendiri, mengikuti aksi demonstrasi adalah bagian dari laboratorium sosial mahasiswa sebagai agen perubahan. "Menjauhkan mahasiswa dari rakyat, sama saja menjauhkan ikan dari lautan luas," tegasnya.

    Kemudian dari surat imbauan tersebut juga dikatakan "menginstruksikan para dosen senantiasa mendorong mahasiswa melakukan kegiatan intelektual dalam mengkritisi UU Ciptaker". "Justru kritik itulah yang tengah dilakukan mahasiswa. Semestinya Kemdikbud memberi apresiasi kepada para mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas kritisnya. karena demikianlah tugas seorang inetelektual, selama tidak merusak fasilitas umum misalnya," terang Satriwan.

    P2G meminta Kemendikbud tidak usah alergi dengan kekritisan para mahasiswa dan dosen terhadap UU Ciptaker ini. "Itu semua merupakan wujud kebebasan akademik.  Kemendikbud juga tak seharusnya mengekang.  Lagi pula kampus punya otonomi yang mesti dihargai Kemendikbud," tegas Satriwan.

    Sebelumnya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Surat Imbauan Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja yang ditujukan untuk pimpinan perguruan tinggi. Salah satunya memuat imbauan tentang mahasiswa agar tidak ikut unjuk rasa, dan dosen untuk tidak memprovokasi mahasiswanya mengikuti demonstrasi.
     
    Surat ini diterbitkan, setelah memperhatikan situasi akhir-akhir ini yang kurang kondusif untuk pembelajaran. Terutama terkait tanggapan atas diterbitkannya UU Ciptaker.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id