Unair Bakal Investigasi Kasus 'Fetish Jarik' Mahasiswanya

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 30 Juli 2020 17:23 WIB
    Unair Bakal Investigasi Kasus 'Fetish Jarik' Mahasiswanya
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Diah Ariani merespons adanya dugaan pelecehan seksual 'fetish jarik' yang dilakukan salah satu mahasiswanya. Pihaknya mengaku belum berhasil menghubungi pelaku maupun orang tuanya, namun dipasikan akan segera melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. 

    Diah mengaku, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait tindakan pelecehan yang tengah viral di media sosial tersebut.  Diah pun menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dugaan pelecehan yang dilakukan mahasiswanya itu.

    Saat ini pun, kata Diah, pihak kampus terus mencoba menghubungi pelaku dan orang tuanya. “Fakultas Ilmu Budaya telah berusaha menghubungi pelaku (mahasiswa yang bersangkutan) untuk mengonfirmasi hal-hal yang beredar di media sosial, tetapi belum dapat dihubungi,” kata Diah dalam keterengan resmi yang diterima Medcom.id, Kamis, 30 Juli 2020.

    Lebih lanjut terkait viralnya pemberitaan dugaan pelecehan ini, FIB langsung melakukan investigasi melalui Komisi Etik secara menyeluruh dan siap bekerja sama dengan semua pihak guna menuntaskan kasus ini.

    Untuk para korban maupun pihak yang pernah mendapatkan perlakuan yang serupa oleh pelaku, kata Diah, diharapkan bisa melapor ke hotline maupun surat elektronik FIB atau Help Center Unair di nomor 081615507016/ helpcenter/airlangga@gmail.com.  Pihaknya pun mempersilakan jika korban ingin langsung mengambil jalur hukum.

    “Fakultas Ilmu Budaya menyediakan layanan konseling kepada para korban dan identitas terjamin kerahasiaannya,” tuturnya.

    Baca juga:  Unair Ancam DO Mahasiswa Pelaku Fetish Jarik

    Untuk diketahui, jagad maya hari ini diramaikan oleh salah satu cuitan di Twitter yang menceritakan tentang dugaan pelecehan seksual fetish jarik yang berkedok riset.  Dalam cuitan di akun @m_fikris itu disebut, bahwa pelakunya merupakan salah satu mahasiswa dari salah satu universitas di Surabaya, yang belakangan diketahui adalah Universitas Airlangga (Unair).

    Korban menceritakan bahwa pelaku yang disebut bernama Gilang itu mengajak dirinya berkenalan melalui media sosial.  Lalu meminta pemilik akun tersebut untuk membantunya dalam sebuat riset. 

    Gilang meminta pemilik akun untuk membungkus dirinya sendiri dengan kain jarik, lalu didokumentasikan dalam bentuk foto atau video, lalu pelaku meminta dokumentasi tersebut dikirimkan kepadanya.

    Gilang beralasan, apa yang dilakukannya itu untuk kepentingan penelitian dan riset sebagai tugas akhir di kampusnya.  Gilang juga mengaku saat ini sudah memasuki semester 10, sehingga sangat membutuhkan bantuan agar tugas akhirnya cepat selesai. 

    Diah pun menegaskan, tidak akan melindungi pelaku. Apabila benar terbukti melakukan pelanggaran etika berprilaku di lingkungan kampus, lebih-lebih jika sampai melakukan pelanggaran pidana.

    Sementara terkait alasan pelaku melakukan tindakan pelecehan dengan alasan penelitian, Diah menegaskan penelitian di FIB tidak ada yang mengarah pada pelecehan seksual atau praktik-praktik yang merendahkan martabat kemanusiaan.

    Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, segera menindak seorang mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual fetish jarik, berkedok riset. Mahasiswa tersebut akan dipecat jika terbukti bersalah.
     
    "Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa, mungkin bisa dipecat (DO). Tapi kita butuh penjelasan dari korban dulu," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, dikonfirmasi, Kamis, 30 Juli 2020.
     
    Suko membenarkan, diduga pelaku fetish jarik berkedok riset yang viral di media sosial Twitter, merupakan mahasiswa Unair angkatan 2015. Mahasiswa itu bernama Gilang Aprilian Nugraha Pratama, dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id