Kebijakan Pendidikan Saat Pandemi Tak Sentuh Kualitas Pembelajaran

    Citra Larasati - 17 Juni 2020 13:29 WIB
    Kebijakan Pendidikan Saat Pandemi Tak Sentuh Kualitas Pembelajaran
    Siswa tengah mengikuti belajar daring. Foto: ANT/Raisan Al Farisi
    Jakarta:  Panduan pembelajaran di Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di tengah pandemi yang diumumkan Senin, 15 Juni 2020 lalu dinilai belum menyentuh persoalan pokok.  Yakni proses dan kualitas belajar dan mengajar selama siswa belajar dari rumah.

    Padahal panduan teknis pembelajaran jarak jauh dan daring ini yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa, guru, sekolah, hingga orang tua.

    "Proses pengajaran dan pembelajaran yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh pihak manajemen sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik tidak disentuh sedikitpun," terang Pemerhati dan Praktisi Edukasi 4.0 dari Cerdas (Center for Education Regulations and Development Analysis), Indra Charismiadji dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2020.

    Menurut Indra, proses belajar mengajar yang masih belum optimal ini tidak berubah sejak Surat Edaran Mendikbud  nomor 36962/MPK.A/HK/2020 diterbitkan Maret lalu. Harusnya, kata Indra, pada kesempatan ini Kemendikbud sudah mengantongi hasil evaluasi bagaimana kegiatan belajar mengajar berjalan selama tiga bulan terakhir dengan konsep pembelajaran jarak jauh dan dalam jaringan (daring).
     
    "Harusnya saat ini sudah ada solusi bagaimana anak-anak Indonesia yang selama tiga bulan kemarin tidak dapat belajar karena minimnya akses sudah ada tindakan nyata dari Pemerintah," tegas Indra. 

    Baca juga: Nadiem: Zona Kuning Hingga Merah Dilarang Membuka Sekolah

    Misalnya, kata Indra, terkait kolaborasi dengan sejumlah kementerian yang mengurus internet melalui tol langit, kemudian Kementerian BUMN dengan Telkom-nya, atau dengan Kemendes melalui dana desanya. Kalau ini dilakukan, menurut Indra, pasti sudah ada perkembangan jumlah anak bangsa yang bisa mengoptimalkan belajar daring selama pandemi ini.

    "Kebijakan yang diumumkan Senin kemarin itu tidak ada bedanya dengan kebijakan yang diambil tiga bulan lalu," tandasnya.

    Para pendidik dan tenaga pendidikan juga tidak disiapkan secara lebih matang untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh dalam jaringan yang efektif dan efisien. Harusnya pemerintah mampu mengumpulkan para pakar dan tokoh-tokoh pendidikan tingkat nasional bahkan internasional jika perlu.

    "Tujuannya untuk memberi pelatihan dan pendampingan bagi para pendidik agar terjadi perbaikan dalam proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Mutu pendidikan Indonesia sudah buruk, dengan kondisi pembiaran seperti ini akan semakin memperburuk mutu dan pastinya bertolak belakang dengan target pembangunan SDM Unggul," tegas Indra.

    Baca juga:  Jenjang SD di Zona Hijau Baru Boleh Dibuka September

    Seperti diketahui, kegiatan belajar dari rumah yang diterapkan selama pandemi covid-19 telah melibatkan orang tua secara aktif. Selama tiga bulan terakhir, kondisi ini juga menimbulkan masalah tersendiri yang butuh solusi dan perbaikan serius.

    Selama tiga bulan terakhir, para orang tua sering menyuarakan soal kebutuhan panduan dan bimbingan tentang bagaimana membantu proses belajar di rumah agar efektif dan efisien. Tentunya bukan untuk menggantikan posisi guru, melainkan tetap dalam porsi orang tua yang juga merupakan sentra pendidikan yang penting seperti ekosistem pendidikan yang didesain oleh Ki Hajar Dewantara.

    "Pemerintah sekali lagi harusnya mampu mengumpulkan para pakar dan tokoh pendidikan, serta pakar psikologi anak untuk memberikan bimbingan yang implementatif," ujarnya.

    Namun di sisi lain. Indra mengapresiasi Pemerintah dengan ketegasan bahwa tahun ajaran baru tetap dilaksanakan pada bulan Juli 2020.  Selain itu pelarangan proses belajar tatap muka bagi sekolah-sekolah yang tidak berada di zona hijau.

    Bagi sekolah-sekolah di zona hijaupun harus bertahap proses dari tingkat SMA/K sampai yang terakhir di tingkat PAUD. Bahkan jika sudah berada di zona hijau tetapi orang tua belum mengizinkan untuk hadir di sekolah, siswa tetap diizinkan untuk belajar di rumah.  

    "Dari sisi pencegahan penyebaran wabah sudah sangat baik namun banyak hal mendasar yang harus menjadi domain Kemdikbud belum tersentuh," tutupnya.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id