Calo PTN di Malang Diduga Memiliki Jaringan Nasional

    Daviq Umar Al Faruq - 18 Juli 2019 17:37 WIB
    Calo PTN di Malang Diduga Memiliki Jaringan Nasional
    ilustrasi tes jalur mandiri PTN. MI/Tosiani.
    Malang:  Universitas Brawijaya menyayangkan langkah kepolisian yang melepas calo jalur mandiri yang tertangkap di kampusnya kemarin.  Pihak UB menduga, calo tersebut memiliki jaringan nasional yang seharusnya dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan tersebut.

    Ketua Tim Advokasi Hukum UB, Prija Djatmika menyayangkan langkah polisi yang melepas calo tersebut. Sebab, menurutnya, meski belum ditemukan tindak pidana, proses hukum calo tersebut tetap bisa diproses.

    "Sebenarnya tidak perlu menunggu itu sudah bisa diproses. Karena ini percobaan tindak pidana penipuan pasal 378 KUHP juncto pasal 53 KUHP juncto pasal 88 KUHP, pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana penipuan," sebut Prija di Malang, Kamis, 18 Juli 2019.

    Calo yang menjanjikan dapat membantu memasukkan pendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui "jalur belakang" atau "orang dalam" itu ditangkap di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, kemarin. Calo tersebut awalnya ditangkap oleh pihak keamanan UB dan diserahkan kepada pihak berwajib.

    Prija mengakui, bahwa benar tindak pidana tersebut belum sempat terjadi, karena terlanjur digagalkan oleh security UB. Namun, dari situ seharusnya sudah dapat dijerat karena terdapat unsur pemufakatan penipuan.

    "Unsur akan menipunya kan ada. Karena di UB tidak ada jalur masuk lewat orang dalam, tidak ada. Semua murni lewat tes dan setiap fakultas punya standar nilai sendiri-sendiri," bebernya.

    Baca:  Calo Jalur Mandiri PTN Ditangkap di Malang

    Pihak UB pun menilai penangkapan calo tersebut seharusnya bisa menjadi bahan pertimbangan polisi untuk menangkap calo-calo lain. Sebab, calo yang baru saja ditangkap tersebut diduga memiliki jaringan nasional.

    "Mestinya ini menjadi pintu masuk untuk membuka jaringan pelaku kejahatan penipuan. Karena pertimbangannya ini sudah jaringan nasional," tegasnya.

    Berdasarkan keterangan dari calo tersebut, Prija membeberkan bahwa kasus serupa telah terjadi di sejumlah PTN di Indonesia. Mulai dari menyebarkan brosur di Universitas Pancasila (lokasi ujian tulis mandiri) untuk menjamin seleksi masuk mahasiswa di jalur mandiri UGM (Uninversitas Gadjah Mada) dan juga menyebarkan brosur di UIN Surabaya.

    "Ketiga di UB tahun lalu dan tahun ini. Tahun lalu enggak tertangkap, tahun ini tertangkap dan ini sudah jaringan. Sebenarnya ini kan sangat menarik bagi polisi menjadi pintu masuk menghubungkan jaringan itu," jelasnya.

    Prija mengatakan, upaya hukum yang dilakukan UB saat ini hanya menunggu dari pihak kepolisian. "Karena ini tidak diproses sehingga tidak akan keluar SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). Tapi saya berharap polisi melanjutkan pemeriksaan ini sampai membongkar jaringannya, sehingga kami tahu orang dalam itu siapa," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id