UB Kaji Manfaat Bawang Dayak Sebagai Antikanker

    Intan Yunelia - 09 Januari 2020 17:59 WIB
    UB Kaji Manfaat Bawang Dayak Sebagai Antikanker
    Nurul Hasanah (tengah). Foto: UB/Dok. Humas
    Jakarta:  Mahasiswa program doktor Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) meneliti manfaat Bawang Tiwai atau dikenal dengan Bawang Dayak sebagai herba antikanker.  Hasilnya, kandungan Fraksi etil asetat Bawang Kawai terbukti mampu meningkatkan immune survailance sel NK terhadap sel HeLa CCL-2 melalui hambatan ekspresi HLA-G.

    "Fraksi etil asetat Bawang Tiwai mampu meningkatkan immune survailance sel NK terhadap sel HeLa CCL-2 melalui hambatan ekspresi HLA-G," kata Nurul dikutip dari laman UB, Kamis, 9 Januari 2020.

    Seperti diketahui, perkembangan penelitian tentang kanker menunjukkan bahwa tubuh manusia berusaha mengeleminasi sel kanker melalui mekanisme immune surveillance.  Mekanisme ini bertujuan untuk mencegah dan membatasi pertumbuhan tumor.

    Namun, sel kanker secara alamiah mengembangkan kemampuannya untuk lolos dari immune surveillance tersebut, salah satunya dengan mengekspresikan Human Leukocyte Antigen-G (HLA-G).  Sementara itu Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia(L),Merr) merupakan tanaman obat yang selama ini dipercaya masyarakat Kalimantan sebagai obat tradisional dan memiliki potensi sebagai herba antikanker.

    Potensi ini yang kemudian banyak diteliti melalui mekanisme pro apoptosis, antiproleratif, dan modulasi respons imun yang memunculkan hipotesis Bawang Tiwai depat memodulasi ekspresi protein lain, termasuk HLA-G pada kanker serviks.

    Hal itu lah yang dipaparkan Nurul Hasanah, dr. M.Kes dalam diseminasi Program Doktor Ilmu Kedokteran UB yang berjudul "Efek Fraksi Etil Asetat Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia(L),Merr) dalam meningkatkan Immune Surveillance Sel Natural Killer Terhadap Sel Hela-CCL2"

    Serangkaian penelitian yang dilakukannya menghasilkan variabel HLA-G membran dan pro apoptosis yang berhubungan erat dengan arah negatif disertai hubungan yang erat antara HLA-G supernatan dengan granzym B.  Ini membuktikan bahwa aktivasi sitotoksik  sel NK memang melalui hambatan HLA-G.

    Paparan Diseminasi yang dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2020 itu dihadiri tim penguji Dr.dr. Noorhamdani AS., DMM., SpMK. (K) (Promotor), Prof.Dr.dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes., Sp.ParK (Ko-Promotor 1), Dr.dr. Karyono Mintaroem, SpPA (Ko-Promotor 2),  Prof.Dr.dr. Edi Widjajanto, MS., SpPK.(K). (Penguji 1), Prof.Dr.dr. Sanarto Santoso, DTM&H., SpMK. (K) (Penguji 2),  Prof. dr. Sofia Mubarika H., M.Med. Sc., Ph.D (Penguji Tamu dari Universitas Gadjah Mada).



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id