Itje Chodijah Soroti Persoalan Guru Hingga Penghapusan UN

    Citra Larasati - 08 Januari 2020 16:56 WIB
    Itje Chodijah Soroti Persoalan Guru Hingga Penghapusan UN
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
    Jakarta:   Ada sejumlah hal yang harus segera ditindaklanjuti secara konkret oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menjelang 100 hari pertama masa kerjanya.   Di antaranya, peningkatan kompetensi guru, restrukturisasi Direktorat Pendidikan Tinggi, konsep Merdeka Belajar hingga kepastian fungsi sekolah kesetaraan di masa depan.

    Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta UNJ, Itje Chodijah mengatakan, sejumlah hal tersebut belum memiliki kejelasan dan kebijakan yang terukur.   Kemudian Itje juga menyoroti kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) yang menjadi bagian dari program Merdeka Belajar gagasan Nadiem.

    Penghapusan UN akan diikuti dengan sistem asesmen baru. Namun sayangnya, kata Itje, asesmen baru itu pun belum tersosialisasikan secara baik dan mendetail kepada masyarakat.

    Akibatnya, siswa, orang tua, guru dan tenaga kependidikan kebingungan untuk menyikapi kebijakan baru tersebut.  "UN harus segera disosialisasikan secara detail, agar tidak membuat guru dan tenaga pendidik bingung," ujar Itje di Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

    Meski begitu, Itje menilai Nadiem sudah memulai perubahan dari hal yang sangat mendasar, yakni mengganti sistem evaluasi nasional yang selama ini diperankan oleh UN.   Hanya saja Itje mengingatkan, bahwa langkah tersebut membutuhkan persiapan yang tidak sedikit.

    Itje menyebutkan, bagaimana perubahan prilaku sekolah pascapenghapusan UN, kesiapan guru menilai siswa yang juga harus diikuti dengan penilaian proses mengajar. "Ini yang belum muncul dalam 100 hari kerja, karena membutuhkan penanganan yang sangat detail," terang Itje. 

    Tidak berhenti sampai di situ, Itje juga mengaku tengah menantikan bentuk baru birokrasi di bidang pendidikan tinggi (Dikti) setelah bergabung kembali ke pangkuan Kemendikbud.  Format pascapenggabungan ini, yang menurut Itje tengah dinanti-nanti oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi, baik itu rektor, dosen, hingga mahasiswa. 

    "Format Dikti setelah gabung kembali dengan Kemendikbud, ini yang harus dijelaskan Nadiem," ujar Itje.

    Kemudian, Itje juga membahas tentang penghapusan Direktorat Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dari tubuh Kemendikbud.  Langkah penghapusan ini, kata Itje, diyakini akan berdampak besar terhadap masa depan sekolah kesetaraan.

    Hal ini mengingat selama ini, direktorat itulah yang mengurusi sekolah kursus dan kesetaraan Paket C. 

    “Tak kalah penting adalah terkait direktorat Dikmas hilang.  Ya agak berat untuk pendidikan kesetaraan, ini mau diapakan dan disimpan di mana? Wadahnya apa bagi masyarakat yang putus sekolah lalu mau mengambil sekolah kesetaraan?” tegasnya. 



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id