Ekosistem Ramah Menarik Minat Peneliti Diaspora

    Antara - 09 Desember 2019 19:42 WIB
    Ekosistem Ramah Menarik Minat Peneliti Diaspora
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Ekosistem riset yang ramah akan meningkatkan jumlah diaspora peneliti Indonesia yang kembali dan berkarya di Tanah Air. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah merekrut peneliti dan ilmuwan diaspora Indonesia untuk kembali dan berkarya di Indonesia sejak 2018 lewat mekanisme penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

    "Kenapa LIPI bisa menarik mereka? Karena LIPI kita buat lebih ramah. Jadi kita tidak ribet, kalau ribet kan repot, orang-orang tidak mau datang. Sama seperti investasi, mendatangkan investasi dari luar harus dibikin ramah investasi di negara ini," kata Handoko ketika ditemui
    dalam diskusi "Penciptaan Ekosistem Riset untuk Diaspora Peneliti" di Gedung LIPI, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    Sebelumnya, LIPI telah melakukan perekrutan peneliti dan ilmuwan diaspora Indonesia di luar negeri untuk kembali dan berkarya di Indonesia sejak 2018 lewat mekanisme penerimaan CPNS.  Ia menjelaskan, total sebanyak 27 diaspora peneliti menyambut hal tersebut.

    Hal itu terjadi karena ekosistem riset yang memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan aktualisasi diri sebagai bagian dari pembentukan ekosistem riset yang baik. Tuntutan yang diberikan kepada mereka tidaklah harus melakukan inovasi yang luar biasa tapi sesuai dengan ranah yang menjadi bidang keahlian para peneliti tersebut.

    Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, ?Osi Arutanti, yang masuk pada 2018 dan mantan diaspora peneliti yang menetap di Jepang juga menyatakan ekosistem riset di LIPI sudah jauh membaik untuk penelitian.  "Orang-orangnya amat sangat mendukung saya. Walaupun CPNS saya diberikan kebebasan untuk tetap menjalin networking (jejaring) dengan kolega di luar," katanya.

    Meski demikian masih ada beberapa hal yang menurut Osi perlu dilakukan perbaikan, seperti birokrasi rumit yang terkadang terjadi terkait kolaborasi dengan pihak luar, baik antarnegara maupun antarlembaga di dalam negeri.   Menurut data LIPI, saat ini Indonesia hanya memiliki 301.885 sumber daya manusia iptek yang terdiri dari dosen, peneliti dan perekayasa dengan 1.280 peneliti di antaranya telah menempuh pendidikan S3.  



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id