comscore

Pertemuan Ketiga EdWG G20 Akan Bahas Masa Depan Dunia Kerja Pasca Pandemi Covid-19

Ilham Pratama Putra - 24 Juni 2022 23:21 WIB
Pertemuan Ketiga EdWG G20 Akan Bahas Masa Depan Dunia Kerja Pasca Pandemi Covid-19
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Jakarta: Ketua Kelompok Kerja Education Working Group (EdWG) G20, Iwan Syahril, mengatakan Indonesia bakal membahas Solidarity Partnership dan The Future Work Post Covid-19. Pembahasan akan menjadi agenda dalam pertemuan ketiga EdWG G20.

"Nanti di pertemuan ketiga, kita spesifik fokus di solidarity partnership dan juga the future work post covid-19," kata Iwan dikutip dari siaran YouTube FMB9_ID, Jumat, 24 Juni 2022.
Iwan menuturkan pada pertemuan sebelumnya, Indonesia telah mendorong pembahasan seputar isu quality education dan digital teknologi. Iwan menyebut setiap pembahasan yang diusung Indonesia mendapat sambutan positif dari delegasi negara anggota dan negara undangan khusus.

"Sehingga diskusi berjalan dengan baik," beber dia.

Iwan memaparkan sejak covid-19 menjadi pandemi di semua negara, berbagai sektor mengalami hambatan dan tantangan. Salah satunya sektor pendidikan yang mengubah pola pembelajaran menjadi daring.

Indonesia selaku pemangku Presidensi G20 2022 menginisiasi Kelompok Kerja Pendidikan G20 untuk membereskan masalah itu. Forum yang terdiri dari negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta Kelompok Pelibatan Bisnis dan Kepemudaan ini bertujuan memperkuat sistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Pada pertemuan EdWG kedua, Kemendikbudristek membagikan terobosan Merdeka Belajar sebagai contoh praktik baik yang menjadi tonggak gotong royong transformasi pendidikan di Indonesia. Sekaligus, sebagai dasar agenda prioritas bidang pendidikan G20.

Kemendikbudristek juga menerapkan terobosan Kampus Merdeka untuk mempersiapkan mahasiswa guna menghadapi dunia kerja nyata. Kampus Merdeka adalah program persiapan karier yang komprehensif guna mempersiapkan generasi terbaik Indonesia, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan.

"Kampus Merdeka yaitu Merdeka Belajar yang kedua. Dari awal itu memiliki visi bahwa kita harus mendisrupsi perguruan tinggi. Kita melakukan unbundling higher education. Di mana belajar itu enggak harus di kampus. Jadi, belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja," beber Iwan.

Iwan menuturkan dalam konsep Kampus Merdeka, mahasiswa diberikan kemerdekaan atau hak untuk mengambil tiga semester di luar program studi, bahkan di luar kampus tempat ia menempuh pendidikan tinggi. Iwan menuturkan mahasiswa dapat magang di perusahaan, social project, start up, ataupun menjadi guru di Kampus Mengajar.

Dia menyebut Presidensi G20 Indonesia 2022 merupakan sebuah momentum, khususnya di bidang pendidikan. Pihaknya ingin menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam memimpin dunia yang lebih tangguh untuk bisa pulih bersama-sama.

Iwan menyampaikan semangat gotong royong yang diterapkan melalui kebijakan Merdeka Belajar disambut baik negara-negara G20. Sehingga, gotong royong yang merupakan bentuk kearifan lokal Indonesia, ternyata memampukan melompat lebih cepat dan menjadi inspirasi bagi negara-negara global.

"Sehingga gotong royong jadi kerangka pemulihan pendidikan dalam forum pendidikan di G20. Semoga kita bisa sukses di G20," tutur dia.

Baca: EdWG G20, Ini Usulan Bank Dunia Soal Teknologi dalam Pemulihan Pendidikan

 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id