UMJ Keberatan Wacana Penutupan Prodi 'Berdaya Serap Rendah'

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 Januari 2020 13:45 WIB
    UMJ Keberatan Wacana Penutupan Prodi 'Berdaya Serap Rendah'
    ilustrasi. Foto: MI/Maulana Surya
    Jakarta:  Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Syaiful Bakhri tidak setuju dengan wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menghapus program studi (Prodi) yang usang dengan serapan kerja lulusannya kecil.  Menurutnya, itu merupakan bentuk tindakan otoriter dari Kemendikbud.

    "Pendekatan otoriter tidak demokratis. Karena perguruan tinggi sebagai amanah konstitusi yakni mencerdaskan kehidupan bangsa," jelas Syaiful Bakhri saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Rabu 22 Januari 2020.

    Menurutnya, perguruan tinggi yang ditarget harus memenuhi kebutuhan industri sudah diusung sejak era orde baru.  Namun ia menegaskan, perguruan tinggi tidak semata berorientasi menghasilkan lulusan untuk dunia kerja.

    Tapi juga mengabdi kepada masyarakat berdasarkan keilmuannnya.  Meski memang tidak bisa dipungkiri bahwa tetap harus bekerja untuk mencari nafkah.

    "Karena sarjana tidak semata mata dipersiapkan untuk dunia kerja. Tetapi terus mencapai derajat kemuliaan sebagai sarjana dan mengarungi keilmuan," jelasnya.

    Ia pun menyebutkan,  jika ini dilaksanakan dapat berpotensi menjadi polemik di Peradilan Tata Usaha Negeri.  Untuk itu pihaknya tidak akan menerima kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tersebu secara mentah-mentah.

    "Kami ajukan keberatan. Bagi UMJ justru suatu tantangan Agar (prod) tetap berkeunggulan," ungkapnya.

    Sebelumnya diberitakan, Program studi di perguruan tinggi yang serapan tenaga kerjanya kecil akan ditutup. Hal itu menjadi salah satu kebijakan besar Mendikbud, Nadiem Makarim di bidang Pendidikan Tinggi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

    "Program studi yang 80% lulusannya tidak terserap oleh dunia industri akan ditutup," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Aris Junaini di depan peserta Studium Generale bertema Arah Kebijakan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta, Senin, 20 Januari 2020.

    Aris menambahkan, mendikbud segera mengumumkan empat kebijakan besar yang diharapkan bermanfaat untuk memperbaiki permasalahan pendidikan di Indonesia.  Empat kebijakan besar tersebut, lanjut Aris, merupakan tekad besar pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

    Karena itu, Kemendikbud akan melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk memantau sejumlah program studi yang serapan kerjanya kecil.  "Terhadap program studi (prodi) yang serapan kerjanya kecil ini kalau tidak efektif akan dibubarkan," kata Aris seraya menolak menyebutkan prodi apa saja yang akan dibubarkan.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id