British Council Sediakan Beasiswa S2 di Inggris, Khusus Perempuan

    Ilham Pratama Putra - 17 Februari 2021 20:08 WIB
    British Council Sediakan Beasiswa S2 di Inggris, Khusus Perempuan
    Konferensi pers daring Biritis Council. Zoom.
    Jakarta: Keberadaan perempuan dalam bidang pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di seluruh dunia masih rendah. Bahkan peneliti dan ilmuan perempuan di tingkat pendidikan tinggi bidang STEM jumlahnya hanya sekitar 30 persen.

    Guna meningkatkan keberadaan dan kekuatan perempuan di bidang STEM, British Council membuka program beasiswa S2 di Inggris. British Council bermitra dengan 19 institusi pendidikan di inggris.

    "Untuk negara-negara ASEAN, beasiswa ini akan diberikan kepada sebanyak 15 perempuan," kata Country Director British Council Indonesia, Hugh Moffatt dalam konferensi pers daring, Rabu, 17 Februari 2021.

    Baca: Keren! Prancis Subsidi Biaya Kuliah Mahasiswa Internasional Hingga 97%

    Dia mengatakan program beasiswa dengan nama Women in STEM Scholarship ini diharapkan menjadi penunjang peningkatan kualitas pendidikan bagi perempuan di bidang STEM. British Council bakal memberikan beasiswa full dalam program tersebut.

    "Beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah, tunjangan bulanan, dan biaya perjalanan dari dan ke Inggris, visa, asuransi kesehatan, presessional English course, dan dukungan tambahan untuk penerima beasiswa yang memiliki anak," lanjut dia.

    Lebih lanjut, untuk pelamar dari Asia diberikan tiga pilihan universitas. Di antaranya Universitas Glasgow, Universitas Liverpool John Moores, dan Stirling.

    Baca: Beasiswa StuNed Belanda Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    Pendaftaran telah dibuka melalui laman britishcouncil.id., dan pendaftaran akan ditutup pada Maret 2021. Setiap univeristas memiliki kebijakan dan persyaratan tersendiri yang juga dapat dilihat pada laman website British Council.

    "Intinya kami berharap dapat menginspirasi generasi perempuan di masa depan untuk mengejar karier di bidang STEM.” lanjutnya.

    Dia berharap program beasiswa ini dapat melahirkan perempuan profesional di bidang sains. Sebab pada tahun mendatang Indonesia sendiri akan sangat membutuhkan tenaga profesional di bidang STEM.

    "Indonesia pada tahun 2030 diketahui akan menghadapi kekurangan jumlah tenaga profesional. Sementara di sisi lain, program pemerintah kian hari makin ambisius," tutupnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id