Tim IPB Ikut Turun Mencari Pesawat Sriwijaya SJ182

    Citra Larasati - 11 Januari 2021 21:20 WIB
    Tim IPB Ikut Turun Mencari Pesawat Sriwijaya SJ182
    Syamsul Bahri Agus, Kepala Program di Pusat Studi Bencana (PSB) LPPM IPB. Foto: Dok. IPB
    Jakarta:  Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak menghentak rasa kemanusiaan kita semua di tengah pandemi covid-19. Lokasi jatuhnya pesawat yang tidak jauh dari lokasi keberangkatan dan disinyalir di sekitar pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu mendorong partisipasi banyak pihak.

    Institut Pertanian Bogor (IPB) University dalam kapasitasnya yang terbatas juga ikut turun berpartisipasi dengan mengirimkan utusan pencarian yang dipimpin Syamsul Bahri Agus, Kepala Program di Pusat Studi Bencana (PSB), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB.

    Syamsul Bahri bekerja sama dengan masyarakat pulau Lancang melakukan pencarian dengan menggunakan alat pendeteksi echosounder. Dengan peralatan ini, paling tidak upaya penelusuran berbagai obyek dapat dilakukan sehingga semua lokasi sebaran dari berbagai benda yang berasal dari pesawat SJ182 bisa dikumpulkan.

    “Lokasi yang diduga titik jatuh dan sebaran puing-puing pesawat bersubstrat, berlumpur dengan tingkat visibility rendah. Sehingga harus dilakukan secara teliti atau dapat memastikan obyek benda atau bukan. Tim berada di lapangan untuk bersama-sama dengan pihak lain melakukan pencarian,” ujarnya.

    Baca juga:  Ricko Mahulette, Korban Sriwijaya Alumnus Unhas dan ITB yang Gigih

    Pada Minggu, 10 Januari 2020 pagi pukul 08.00 WIB, Tim Ilmu Kelautan IPB berhasil mendeteksi paparan logam di dasar perairan Pulau Lancang. Lokasi tersebut berada di arah selatan lepas pantai Pulau Lancang, sejauh 8 mil dari bibir pantai pulau tersebut.

    “Ada objek mencurigakan yang kami yakini adalah logam yang merupakan bagian besar dari Pesawat Sriwijaya. Objek tersebut terdeteksi sepanjang sekitar 1 mil di radius pendeteksian. Deteksi data logam berat tersebut dilakukan oleh alat instrumen kelautan sederhana Echo Sounder Aquamap 80 Garmin. Data-data tersebut kemudian kami berikan kepada tim pencarian Kopaska TNI AL dan juga tim Basarnas,” imbuhnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id