comscore

Dubes Rusia Ungkap Jalan Panjang Kerja Sama dengan Indonesia di Depan Mahasiswa UI

Renatha Swasty - 15 Februari 2022 17:09 WIB
Dubes Rusia Ungkap Jalan Panjang Kerja Sama dengan Indonesia di Depan Mahasiswa UI
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva. DOK UI
Jakarta: Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengungkapkan sejarah panjang kerja sama antara Federasi Rusia dan Indonesia. Hal itu disampaikan dalam kuliah umum Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dengan tema “Studium Generale: Russia, Indonesia, and The Indo Pacific”.

Lyudmila mengatakan kedua negara memulai hubungan diplomasi secara resmi pada 3 Februari 1950. Sejak itu, Federasi Rusia dan Indonesia membangun kerja sama dalam berbagai bidang.
"Meliputi transportasi, infrastruktur, energi, teknologi, agrikultur, dan sebagainya. Pemimpin negara maupun jajaran menteri Indonesia dan Federasi Rusia secara rutin melakukan konsultasi terutama dalam bidang keamanan," kata Lyudmila dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Februari 2022.

Dia menjelaskan dalam bidang perdagangan, meskipun dalam situasi pandemi, kerja sama bilateral mencapai angka USD3 miliar. Angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan kedua negara, yaitu USD5 miliar.

Pada 2021, perdagangan meningkat 40 persen, sehingga target tersebut tidak sulit dicapai. Kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang perdagangan mencapai surplus yang baik.

Lyudmila menyebut ekspor Rusia ke Indonesia didominasi pupuk, logam, minyak, dan gas. Sementara itu, dari Indonesia, Rusia mengimpor banyak minyak sawit.

Dia juga membahas mengenai dinamika dalam konsep Indo-Pasifik. Federasi Rusia mendukung ASEAN Outlook on Indo-Pacific.

Meski demikian, Federasi Rusia menolak konsep Indo-Pasifik yang diajukan negara-negara barat. Menurut Federasi Rusia, konsep Indo-Pasifik yang diajukan negara-negara barat berusaha menggantikan mekanisme dialog kawasan Asia yang selama ini menjaga kestabilan kawasan melalui keterbukaan, inklusivitas, dan transparansi.

ASEAN Outlook on Indo-Pacific merupakan dokumen yang memuat garis kebijakan ASEAN mengenai ruang lingkup, tujuan, prinsip, area kerja sama, dan mekanisme kerja sama Indo-Pasifik. Melalui dokumen ini ASEAN melihat Indo-Pasifik sebagai sebuah kawasan yang terintegrasi dan terkoneksi, megedepankan dialog dan kerja sama, menitikberatkan pembangunan untuk kesejahteraan, serta menjadikan aspek maritim sebagai elemen tata kawasan.

Dokumen ini memuat ruang lingkup kerja sama Indo-Pasifik yang mencakup kerja sama maritim, konektivitas, upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, serta kerja sama di bidang ekonomi. ASEAN juga siap bekerja sama dengan mekanisme regional lain di kawasan Asia-Pasifik dan Samudera Hindia dalam kerangka kerja sama Indo-Pasifik.

Kuliah umum ini dibuka oleh Dekan FISIP UI Prof Semiarto Aji Purwanto dengan moderator Ristian Ariandi Supriyanto yang juga dosen Ilmu Hubungan Internasional UI. Semiarto berharap meski kondisi tidak memungkinkan peserta bertemu langsung, acara ini dapat memberikan wawasan mengenai hubungan antara Federasi Rusia dan Indonesia.

“Meskipun diadakan secara virtual, saya harap tidak mengurangi semangat untuk berdiskusi tentang apa yang ditawarkan kebijakan luar negeri Rusia di Asia, termasuk Indonesia. Semoga kuliah ini bermanfaat untuk kepentingan bekal Indonesia-Rusia di masa depan," tutur dia.

Baca: FMIPA UI dan BPSDMI Gelar Pelatihan Upskilling Analis Kimia
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id