Big Bad Wolf

    Dana Desa Boleh Dipakai untuk Bangun Perpustakaan

    Nia Deviyana - 28 Februari 2019 18:17 WIB
    Dana Desa Boleh Dipakai untuk Bangun Perpustakaan
    Menko PMK Puan Maharani dan Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat membuka BBW 2019. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
    Tangerang: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan dana desa boleh digunakan untuk mendirikan perpustakaan, melihat fakta masih rendahnya literasi di Indonesia.

    Sebagai contoh, survei Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur bersama Universitas Brawijaya dan Unair menemukan minat baca provinsi Jawa Timur pada 2015 hanya sebesar 42 persen. Namun pada 2016 meningkat menjadi 69,75 persen, dan menanjak lagi pada 2017 menjadi 72 persen.

    Puan mengatakan, usaha meningkatkan minat baca harus dijadikan prioritas oleh pemerintah daerah. "Salah satunya dengan memanfaatkan dana desa. Saya miris lihat perpustakaan di Pendidikan Usia Dini (Paud), itu bukunya sedikit sekali," ujar Puan saat membuka gelaran bazar buku terbesar se-Asia Tenggara Big Bad Wolf (BBW) 2019, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis, 28 Februari 2019.

    Pada 2019 pemerintah pusat mengalokasikan dana transfer ke daerah dan dana desa yang lebih besar yaitu sebesar Rp826,8 triliun, meningkat dibandingkan 2018 sebesar Rp763,6 triliun.

    Dari jumlah tersebut, sebesar Rp756,8 triliun merupakan transfer ke daerah yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan yang lainnya. Sementara Rp70 triliun merupakan dana desa.

    Pada kesempatan yang sama hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Di depan puluhan pelajar Sekolah Dasar (SD) yang diundang di acara tersebut, Susi menekankan pentingnya membaca buku untuk menciptakan generasi-generasi yang cinta pada laut.

    "Saya tidak sekolah tinggi tetapi bisa pintar dan menjadi menteri karena membaca. Akhirnya tidak kalah dengan yang sekolah tinggi," kata Susi yang langsung disambut dengan tepuk tangan.

    "Nah, kalau adik-adik harus sekolah tinggi dan rajin membaca. Nanti pasti lebih hebat dari ibu Susi," tambah dia.

    BBW 2019 yang digelar di ICE BSD Tangerang, Banten mulai 1-11 Maret 2019 menghadirkan 5,5 juta buku. Tak hanya itu, gelaran yang menawarkan diskon mulai dari 60-80 persen ini buka selama 24 jam nonstop.

    BBW 2019 juga menghadirkan 'Buku Ajaib Little Hippo'. Buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang merupakan terobosan baru dalam menjadikan cerita dan pembelajaran lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak.

    Selain itu, BBW 2019 juga akan menghadirkan program 'Red Readerhood'. Program tersebut mengajak para pengunjung yang hadir untuk mendonasikan buku-buku yang mereka beli kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

    Program Red Readerhood ini akan mendonasikan buku-buku tersebut kepada Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI). Diharapkan buku donasi itu dapat memajukan pendidikan dan semangat baru bagi anak usia dini Indonesia untuk lebih gemar membaca.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id