KPAI Terima Aduan Sekolah di Bandung dan Sumedang Langgar Prokes

    Arga sumantri - 27 September 2021 10:48 WIB
    KPAI Terima Aduan Sekolah di Bandung dan Sumedang Langgar Prokes
    Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widiyanto



    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapati pengaduan dari masyarakat terkait adanya sekolah yang tak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pengaduan masuk melalui WhatsApp Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti.

    Retno menceritakan, pada Sabtu, 25 September 2021, ia menerima pesan disertai foto tentang pelanggaran prokes di sekolah. Pengaduan masuk dari warga di Kabupaten Bandung dan Sumedang.

     



    "Pengaduan berasal dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar dengan disertai foto," kata Retno melalui keterangan tertulis, Senin, 27 September 2021.

    Retno menambahkan, dalam foto tersebut tampak seorang siswa laki-laki berseragam putih-merah sedang diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun oleh seorang guru perempuan yang tidak mengenakan masker. Sedangkan, foto lainnya berisi suasana di dalam kelas, anak-anak sedang berdiri dengan tangan diangkat ke depan. 

    "Ada satu guru perempuan dan sembilan siswa/siswi TK, semuanya tidak menggunakan masker, baik guru maupun muridnya. Ini kan sangat berbahaya," ungkap Retno.

    Ia mengatakan, pelanggaran prokes juga kerap dijumpai KPAI saat melakukan pengawasan langsung PTM ke berbagai sekolah di sejumlah daerah sejak 2020 hingga 2021. Pelanggaran prokes yang banyak ditemukan adalah menggunakan masker di dagu, masker yang digantungkan di leher, serta tempat cuci tangan yang tidak disertai air mengalir dan sabun. 

    "Bahkan, ada sebagian guru dan siswa tidak bermasker saat berada di lingkungan sekolah," ujarnya.

    Baca: Temuan Kasus Covid-19 di Sekolah, Kampus Diminta Lebih Waspada Gelar PTM

    Retno mengatakan, ada juga SD yang memiliki tempat cuci tangan di setiap depan kelas. Namun, saat KPAI datang dan duduk di dekat pintu gerbang sekolah, tak ada satu pun peserta didik dan pendidik yang mencuci tangan saat tiba di sekolah.

    Temuan lainnya yakni sekolah yang mayoritas siswanya melepas masker saat tiba di sekolah. Saat diwawancara, anak-anak mengatakan mereka memakai masker saat di perjalanan pergi dan pulang sekolah.  "Fungsi masker sama dengan helm jadinya," ujar dia. 

    Retno mengatakan, seharusnya PTM dibuka mulai dari jenjang perguruan tinggi dan SMA/SMK serta SMP. Sebab, peserta didik kelompok tersebut sudah divaksin dan perilakunya sudah terkontrol. 

    Retno mengatakan, faktanya PT belum dibuka, namun PAUD/TK dan SD malah sudah buka. Padahal, anak PAUD/TK dan SD belum mendapatkan vaksin dan perilaku anak TK dan SD sulit dikontrol. "Ini sangat berisiko."

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id