Sekolah Cikal Patenkan 'Merdeka Belajar', Ini Jawaban Najelaa Soal Royalti

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 Juli 2020 19:15 WIB
    Sekolah Cikal Patenkan 'Merdeka Belajar', Ini Jawaban Najelaa Soal Royalti
    Pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab. Foto: Zoom
    Jakarta: Pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab membenarkan telah mendaftarkan nama Merdeka Belajar ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan paten atas nama PT Sekolah Cikal.  Namun ia menegaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak perlu membayar royalti, meski menggunakan nama Merdeka Belajar sebagai program dan kebijakan.

    “Apakah ada royalti atau kompenasi, jawabannya tidak. Tapi kalau pertanyaan (apakah dipatenkan) ya program Merdeka Belajar dalam bentuk pelatihan, penerbitan buku sudah dilakukan oleh Kampus Guru Cikal, Komunitas Guru Belajar (KGB),” tegas Najelaa dalam diskusi daring, Jumat, 10 Juli 2020.

    Ia pun menyebut, sudah memberi lampu hijau kepada Kemendikbud untuk tetap menggunakan nama Merdeka Belajar ini .  “Kami sudah izinkan, tanpa royalti dan kompenasasi,” ucapnya.

    Baca juga:  Kaleidoskop 2019: Mas Nadiem dan Kejutan Kado Akhir Tahunnya

    Najelaa menyampaikan, bahwa dengan adanya izin dan tidak adanya kompensasi, maka tidak ada uang negara di anggaran pendidikan yang perlu dikeluarkan oleh Kemendikbud. Hal ini juga berlaku kepada pihak lain yang ingin menggunakan nama Merdeka Belajar dengan tujuan untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan.

    “Semata-mata memang niatnya bukan untuk mendapatkan keuntungan komersil. Apalagi penggunanaan anggaran pendidikan untuk ini,” ucapnya.

    Baca juga:  Nadiem Luncurkan Kebijakan 'Kampus Merdeka'

    Bahkan jika nantinya ada perubahan manajemen di tubuh Sekolah Cikal sekalipun, hal ini tetap berlaku. Karena sudah ada pernyataan tertulis yang dikirimkan ke kemendikbud yang menyatakan bahwa Sekolah Cikal memperbolehkan penggunaan 'Merdeka Bejar' untuk kepentingan pendidikan, dan kepentingan ilmu pengetahuan.

    ”Karena perusahaan sifatnya berbadan hukum, maka surat pernyataan itu akan mengikat siapapun yang ada di perusahaan ini, justru lebih kuat daripada pribadi yang nulis,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, bahwa pendaftaran merek ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Dan didaftarkan di kelas 16 dan 41.  “Kelas 16 itu berkaitan dengan penerbitan buku Merdeka Belajar, dan kelas 41 itu berkaitan pelatihan yang sudah dilakukan Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar, jauh sebelum Mas Nadiem jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id