BPPT Dipercaya Koordinir Tim Nasional Kecerdasan Buatan

    Ilham Pratama Putra - 24 Februari 2020 18:52 WIB
    BPPT Dipercaya Koordinir Tim Nasional Kecerdasan Buatan
    Kepala BPPT, Hammam Riza. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ditunjuk Kemenristek untuk menjadi koordinator perencanaan strategi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) Nasional.  Salah satu bidang prioritas yang dapat dikembangkan menggunakan AI adalah kesehatan, utamanya pengembangan obat-obatan.

    Kepala BPPT, Hammam Riza menyebut, Tim nasional untuk AI tersebut nantinya dituntut untuk mengoptimalkan fungsi triple helix, yaitu sektor akademis, bisnis, serta pemerintahan ditambah dengan komunitas. Setidaknya akan ada lima bidang prioritas yang akan dikembangkan menggunakan AI, yakni teknologi kebencanaan, pangan, industri pertahanan, dan kesehatan.

    Dalam waktu dekat, yang paling memungkinkan untuk diwujudkan adalah pemanfaatan AI di bidang kesehatan dan obat-obatan.  Menurut Hammam, dengan AI Indonesia akan mampu mengembangkan obat-obatan di dalam negeri.

    "Sangat bisa. Kalau kita bicara tentang obat tradisional Cina, itu semua data mengenai apa khasiat sebuah tumbuhan tanaman obat itu semua sudah terpetakan di big data dan internet of things," kata Hammam di Gedung BPPT, Jakarta, Senin 24 Februari 2020.

    Menurutnya, banyak sekali tanaman obat asli Indonesia, yang dapat dikembangkan melalui teknologi. Mulai dari pengobatan sakit kepala hingga kanker.

    "Kita coba ke arah sana untuk memanfaatkan AI dalam membangun, kemampuan kita di dalam penyediaan obat. Kita bisa bangun algoritma sistem cerdas yang berbasis big data," jelasnya.

    Menurut dia, itu semua akan menghasilkan ekosistem baru. Pengembangan AI bakal mendominasi pengembangan teknologi yang menghasilkan inovasi.

    Bahkan bukan tidak mungkin jika Indonesia memiliki aplikasi kesehatan sendiri. Seperti kemampuan untuk melakukan deteksi awal keberadaan virus Korona.

    "Seperti mendeteksi mutasi pada virus Korona, sebenarnya kalau dengan data yang sudah kita kumpulkan sekian tahun, tentang bagaimana sebuah gen yang dimutasi, kalau diambil dari genetik DNA dari virus itu, mungkin kita bisa menemukan bahwa dalam lima tahun ke depan, Korona bermutasi seperti apa lagi," ungkapnya.

    Hal semacam itu dirasa penting, karena bagi Hammam, kesehatan menguasai hajat hidup orang banyak. Kini pihaknya terus menggodok skema AI Nasional.

    "Ini harus semua gabung. Koordinasi untuk ciptakan apa yang jadi kebanggan Indonesia," terang dia.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id