Unair Telusuri Jejak Gilang 'Fetish Jarik' Melalui Korban

    Ilham Pratama Putra - 31 Juli 2020 21:09 WIB
    Unair Telusuri Jejak Gilang 'Fetish Jarik' Melalui Korban
    Ilustrasi/Pexels.com
    Jakarta:  Pihak Kepolisian masih memburu pelaku terduga pelecehan seksual 'fetish jarik' yang dilakukan salah satu oknum mahasiswa Universitas Airlangga, Gilang. Sejalan dengan langkah kepolisian, pihak Unair pun ikut menelusuri jejak pelaku pelecehan seksual bermodus riset yang diduga dilakukan oleh mahasiswanya tersebut.

    Saat ini Unair terus mencoba menghubungi pelaku dan orang tuanya. Namun belum membuahkan hasil, hingga cara lain pun akhirnya ditempuh kampus.

    Rektor Unair, Mohammad Nasih kini berupaya mengumpulkan bukti.  Dia meminta mahasiswanya yang menjadi korban tindakan Gilang, agar segera melapor ke pihak kampus.

    "Unair sudah lama punya help center. Semua mahasiswa diharapkan melaporkan bila ada sesuatu yang mencurigakan atau ada gelagat tertentu," kata Nasih kepada Medcom.id, Jumat 31 Juli 2020.

    Baca juga:  Unair Bakal Investigasi Kasus 'Fetish Jarik' Mahasiswanya

    Menurutnya laporan dari para korban bisa menjadi petunjuk. Pihaknya tak ingin gegabah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku.  "Tanpa laporan kita tidak dapat melakukan tindakan yang diperlukan," tambah Nasih.

    Untuk diketahui, dugaan tidakan pelecehan Gilang, ramai di media sosial, Twitter. Dalam cuitan di akun twitter @m_fikrisitu disebut, bahwa pelakunya merupakan salah satu mahasiswa dari salah satu universitas di Surabaya, yang belakangan diketahui adalah Universitas Airlangga (Unair).
     
    Korban menceritakan bahwa pelaku yang disebut bernama Gilang itu mengajak dirinya berkenalan melalui media sosial. Lalu meminta pemilik akun tersebut untuk membantunya dalam sebuat riset.

    Gilang meminta pemilik akun untuk membungkus dirinya sendiri dengan kain jarik, lalu didokumentasikan dalam bentuk foto atau video, lalu pelaku meminta dokumentasi tersebut dikirimkan kepadanya.
     
    Gilang beralasan, apa yang dilakukannya itu untuk kepentingan penelitian dan riset sebagai tugas akhir di kampusnya. Gilang juga mengaku saat ini sudah memasuki semester 10, sehingga sangat membutuhkan bantuan agar tugas akhirnya cepat selesai.
     
    Unair berjanji untuk segera menindak seorang mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual fetish jarik, berkedok riset. Mahasiswa tersebut akan dipecat jika terbukti bersalah.
     
    "Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa, mungkin bisa dipecat (DO). Tapi kita butuh penjelasan dari korban dulu," kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, dikonfirmasi, Kamis, 30 Juli 2020.
     
    Suko membenarkan, diduga pelaku fetish jarik berkedok riset yang viral di media sosial Twitter, merupakan mahasiswa Unair angkatan 2015. Mahasiswa itu bernama Gilang Aprilian Nugraha Pratama, dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair.

    Yulius Steven, M.Psi., Psikolog dari Sahabat Karib menjelaskan bahwa fetish adalah suatu ketertarikan atau keterangsangan seksual terhadap objek atau barang atau bagian tubuh tertentu. 
     
    Biasanya objeknya tidak biasa dan tidak merangsang orang-orang pada umumnya. Pada kasus ini, orang dalam kain jarik menjadi korbannya.
     
    “Yang sebenarnya secara awam, objek-objek tersebut tidak menimbulkan rangsangan seksual. Tapi pada yang punya fetish, objek tersebut jadi menimbulkan rangsangan seksual,” paparnya saat dihubungi Medcom.id.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id