532 Mahasiswa UKSW Wisuda Virtual

    Arga sumantri - 29 Juni 2020 21:43 WIB
    532 Mahasiswa UKSW Wisuda Virtual
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Sebanyak 532 mahasiswa lulusan Unversitas Kristen Satya Wacana (UKSW) diwisuda secara virtual akibat pandemi virus korona (covid-19). Periode I Tahun Akademik 2020/2021, UKSW sejatinya meluluskan 686 mahasiswa yang terdiri dari 607 mahasiswa program sarjana, dua program diploma, 71 program magister, dan enam program doktor.

    "Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, UKSW menyadari bahwa penyebaran wabah covid-19 hanya bisa diredam jika kita disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini yang mendorong pimpinan UKSW untuk menyelenggarakan wisuda periode ini secara virtual," kata Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKSW, Iwan Setyawan, melalui siaran pers, Senin, 29 Juni 2020.

    Prosesi wisuda disaksikan winisuda dan keluarga melalui channel YouTube 'Lensa BTSI UKSW'. Upacara wisuda virtual tersebut hanya diikuti oleh Pimpinan Universitas, Ketua Senat Universitas serta sebuah robot mewakili winisuda.

    Prosesi wisuda diwakili robot ciptaan tim Robotic Research Center (R2C) Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW. Robot ini sudah sering memperoleh gelar juara di ajang kompetisi nasional. 

    Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengatakan wisuda virtual ini merupakan sejarah, bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga rektor. Baru kali ini rektor melakukan wisuda dan melepas lulusan tanpa bertatap muka. 

    "Namun saya tidak ingin kita memandangnya sebagai sebuah tragedi. Yang pasti ini adalah sebuah realitas yang tidak dapat terhindarkan," kata Neil.

    Baca: Dorongan Implementasi Lemah, Aplikasi Pendidikan Inklusif Lambat

    Neil mengajak para lulusan memetik sejumlah pelajaran hidup atas peristiwa pandemi covid-19. Para lulusan harus belajar menyesuaikan diri pada kondisi baru, menerima, mencari solusi, berpikir positif atas sebuah masalah, serta terus memupuk harapan akan kehidupan yang lebih baik.

    "Karenanya kita tidak boleh pesimistis ketika diperhadapkan dengan setiap kesulitan hidup. Sekalipun susah, saya berharap dan percaya kita tidak menjalani masa pandemi ini dengan sikap bersungut-sungut. Saya yakin Anda sudah dan mau terus belajar dari setiap kesusahan bahkan yang ekstrim seperti ini," pesan rektor bagi seluruh winisuda.

    Secara simbolik, penyerahan map berisi ijazah serta pemindahan tali kuncir dilakukan oleh Rektor UKSW kepada salah seorang mahasiswa melalui bantuan GradBot. Robot tersebut dilengkapi dengan tablet PC yang memunculkan wajah salah seorang winisuda.

    Koordinator tim R2C FTEK UKSW, Mitsal Ghapiqi, mengatakan GradBot disusun enam mahasiswa selama sekitar tiga pekan, mulai proses perencanaan hingga jadi. Alat yang digunakan pun cenderung mudah didapatkan serta ekonomis. Sementara untuk pengendalinya, dilakukan oleh pengguna melalui telepon pintar.

    Salah seorang winisuda, Katya Riksil Javanti, turut merasa prihatin. Bagi Katya, wisuda yang merupkan sebuah puncak proses belajar di tingkat perguruan tinggi ini, tidak dapat dirasakan secara langsung karena pandemi yang terjadi.

    "Tentu saja kecewa, orang tua pun sedih karena tidak bisa menyaksikan kami diwisuda secara langsung," kata Katya.

    Namun, ia menyadari wisuda bukanlah akhir, namun awal perjalanan menjadi pribadi yang lebih tangguh, dan tidak mudah menyerah pada keadaan. "Kami juga sadar bahwa justru saat ini kami harus menyiapkan diri untuk mengamalkan ilmu kami bagi masyarakat," tutur lulusan Fakultas Hukum UKSW tersebut.

    Pelaksanaan wisuda virtual ini disambut positif Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar menilai UKSW telah mampu memberikan ilmu pengetahuan yang hebat, up to date, serta penuh dengan nilai kebangsaan dan kemanusiaan. 

    Ganjar menantang para winisuda untuk menyelesaikan persoalan covid-19 yang melanda Indonesia, bahkan dunia. Menurutnya, dampak pandemi pada ekonomi yang turun tajam menjadi tantangan bagi para sarjana ekonomi untuk dapat berkontribusi, termasuk mendampingi para pengusaha kecil agar dapat kembali bangkit.

    "Data di Indonesia belum beres, bukan saatnya untuk marah-marah tapi gunakanlah ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mencari solusi sehingga data kita makin terkelola dengan baik," pesan Ganjar.

    Apresiasi serupa turut diberikan Walikota Salatiga, Yuliyanto, yang mengucapkan selamat kepada para winisuda meskipun hanya mengikutinya secara virtual.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id