Kemendikbud Bangun SMK SIKK di Malaysia

    Citra Larasati - 04 September 2020 19:34 WIB
    Kemendikbud Bangun SMK SIKK di Malaysia
    Ground breaking pembangunan USB SMK SIKK. Foto: Dok Kemendikbud
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Ditjen Pendidikan Vokasi mulai melakukan pembangunan unit sekolah baru (USB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia. Kompetensi keahlian yang akan dimiliki SMK di negeri jiran ini adalah jurusan tata boga dan perhotelan.

    Ground breaking pembangunan USB SMK SIKK ini dilakukan dengan pemancangan tiang perdana, serta diresmikan secara simbolis melalui daring oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, Jumat, 4 September 2020.

    Dalam sambutannya, Wikan berterima kasih atas kerja keras dan komitmen berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan USB SMK SIKK. “Mohon izinkan kami mengemban amanah menyalurkan dana pembangunan SMK agar digunakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Wikan menuturkan, dirinya sempat kaget karena selain jurusan tata boga, perhotelan dan jasa pariwisata, SMK SIKK juga telah memiliki jurusan teknik pesawat terbang yang masih terbilang jarang. “Ini suatu terobosan yang sangat baik, meski membutuhkan dana besar,” ujarnya.

    Baca juga:  Kemendikbud Bantah Kesampingkan Fasilitas Penunjang PJJ di Daerah 3

    Wikan pun menjelaskan, berapa pun anggaran pembangunan yang disiapkan harus diiringi juga dengan kesiapan SDM-nya, baik secara kuantitas maupun kualitas. “Jangan guru-guru yang tidak mau berubah. Tidak hanya sebagai guru, tapi juga jadi coach hingga teman dari siswa. Bagi kami, faktor kesuksesan 80 persen berasal dari manusia yang berani melakukan terobosan link and match dengan industri. Tidak hanya ‘pacaran’, tapi ‘menikah’ dengan industri,” terang Wikan.

    Dalam arahannya, Wikan pun kembali mengingatkan paket pernikahan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri terdiri dari beberapa hal penting.  Di antaranya kurikulum yang disusun bersama antara sekolah dan industri, guru industri yang harus mengajar di SMK, magang yang direncanakan sejak awal bersamaan dengan kurikulum, sertifikasi kompetensi, keterserapan lulusan, serta guru yang juga harus dilatih industri secara rutin.

    “Minimal enam, lalu tambah teaching industry. Inilah link and match yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru-gurunya. Dana yang kami kucurkan ini akan menjadikan SDM unggul dan kompeten di masa depan. Jangan hanya memperhatikan hard skills, tapi soft skills juga penting. Guru-guru dan kepala sekolah harus berani melakukan perubahan,” tegas Wikan.

    Karenanya, Wikan berharap kepada kepala sekolah dan guru-guru agar menyiapkan langkah ke depannya. Sehingga, USB SMK SIKK ini dapat menjadi tanda bangsa ini untuk memimpin dunia dan bersinergi dengan bangsa lain. “Mari kita resmikan bersama ground breaking ini. Semoga diberi kelancaran, kekuatan, dan kebaikan untuk dunia,” ujar Wikan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id