Potensi Korupsi di Sekolah Terjadi Saat Pengaturan Anggaran

    Ilham Pratama Putra - 16 Mei 2020 12:16 WIB
    Potensi Korupsi di Sekolah Terjadi Saat Pengaturan Anggaran
    Salah satu sekolah rusak di Jakarta, MI/Arya Manggala.
    Jakarta:  Praktik korupsi telah masuk hingga ke lingkungan sekolah. Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jimmy Paat menduga hal ini muncul akibat minimnya relasi antarwarga pendidikan.

    "Tidak ada keseimbangan relasi antara kepala sekolah ke guru, guru ke orang tua, juga ke siswanya sendiri," jelas Jimmy dalam Konferensi Video, Jumat 15 Mei 2020.

    Jimmy menjelaskan, potensi korupsi terbesar di sekolah terjadi saat pengaturan anggaran. Menurut Jimmu, ada kelompok-kelompok di sekolah yang merasa paling berkuasa.

    "Misal saat komite sekolah mengatur perencanaan sekolah yang berkaitan dengan keuangan. Tidak ada komunikasi antara kepala sekolah, guru, orang tua siswa dan siswa," lanjutnya.

    Baca juga:  Kemenristek Susun Protokol Hidup Berdamai dengan Covid-19

    Padahal komunikasi seluruh warga sekolah ini diperlukan. Dialog dirancang agar tidak memunculkan kecurigaan.

    Ke depan dia berharap, setiap warga pendidikan lebih peka terhadap relasi yang ada di sekolah. Terutama orang tua.

    "Yang selama ini terjadi orang tua terlalu menyerahkan segala sesuatu pada sekolah, yang penting sudah bayar. Padahal itu bentuk diskriminasi pada diri sendiri, dan membuka peluang sekolah untuk tindakan koruptif," tutupnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id