Nadiem Pastikan Beri Sanksi Pejabat Kemendikbud Kena OTT

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 Mei 2020 13:22 WIB
    Nadiem Pastikan Beri Sanksi Pejabat Kemendikbud Kena OTT
    Mendikbud Nadiem Makarim. Dok Medcom
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengutuk operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pejabat Kemendikbud. Nadiem menegaskan tak ada toleransi bagi pelaku gratifikasi di lingkungan Kemendikbud. 

    "Setiap pejabat di lingkungan Kemendikbud harus memegang teguh integritas dan menjalankan aktivitas sesuai peraturan dan tata kelola yang baik," kata Nadiem di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.

    Nadiem menyerahkan penuh kasus dugaan gratifikasi itu kepada lembaga penegak hukum. Ia mengaku bakal mendukung penuh proses hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 

    Nadiem memastikan Kemendikbud akan terus meningkatkan pengawasan untuk memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai tata kelola pemerintahan yang baik. Ia pun tengah menyiapkan sanksi bagi mereka yang diduga terlibat praktik gratifikasi.

    "Kami akan terapkan sanksi terhadap pihak-pihak di bawah kementerian yang terbukti terlibat dan melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan integritas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

    Baca: Pejabat Kemendikbud dan Rektor UNJ Terjaring OTT KPK

    Sementara, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengaku prihatin dengan OTT yang melibatkan rektor kampus negeri dengan Kemendikbud. Padahal, kata dia, seharusnya perguruan tinggi menjadi pusat pemberantasan korupsi dan gratifikasi.

    "Dan selalu berpesan pada seluruh jajaran di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menjauhi KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Jangan pernah berpikir untuk KKN. Berikan layanan prima tanpa pamrih," kata Nizam.

    Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komarudin diduga melakukan tindakan gratifikasi berkedok Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Kemendikbud.

    Sejumlah pejabat Kemendikbud yang terjaring OTT KPK yakni Kabag Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ Sofia Hartati, dan Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud Tatik Supartiah. Karo SDM Kemendikbud Diah Ismayanti, serta dua staf SDM Kemendikbud Parjono dan Dinar Suliya juga ditangkap dalam operasi senyap tersebut. 

    Barang bukti yang disita berupa uang sebesar US$1.200 dan Rp27,5 juta. Namun, KPK telah melimpahkan kasus ini kepada kepolisian. KPK menilai belum ada unsur yang bisa membuat KPK berhak menangani kasus ini.

    "Bahwa setelah dilakukan permintaan keterangan, belum ditemukan unsur pelaku penyelenggara negara," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto di Jakarta, Kamis 21 Mei 2020.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id