Kemendikbud Diminta Fokus Integrasi Teknologi dalam Belajar Mengajar

    Medcom - 17 Mei 2020 22:02 WIB
    Kemendikbud Diminta Fokus Integrasi Teknologi dalam Belajar Mengajar
    ilustrasi. (Foto: Antara)
    Bandar Lampung: Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta menjaga kestabilan dalam proses belajar dan mengajar di Indonesia. Terutama mengurangi kesenjangan fasilitas akses internet.

    Menurut Anggota Komisi X DPR, Muhammad Kadafi, akses pendidikan di Indonesia harus beradaptasi dengan teknologi. Untuk itu, Kemendikbud perlu memfokuskan pelatihan tentang pengintegrasian teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

    "Terutama untuk calon guru, mulai dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan hingga program-program pelatihan Kemendikbud lainnya,” kata Kadafi dalam seminar daring bertema “Optimalisasi Kebijakan Kemendikbud Melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Massa Darurat Covid-19 di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu, 19 Mei 2020.

    Kadafi juga menyampaikan bahwa prioritas yang tertinggi dalam masa covid-19 ini adalah keselamatan rakyat. “Sebagaimana idiom yang menyebutkan bahwa solus populi suprema lex, yaitu Artinya, dalam kondisi pandemi covid-19 ini kita semua harus memeliki frekuensi yang sama dalam memandang persoalan dan skema solusinya,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Chandra Muliawan, yang juga menjadi pemateri menyampaikan perlunya penguatan aspek pendidikan dalam keadaan darurat Covid-19 ini. Termasuk dalam sisi anggaran.

    “Karena dalam perspektif anggaran, maka pendidikan dialokasikan 20 persen dari APBN. Maka dilakukan refocusing anggaran. Nah, mapping tentang kebutuhan dunia pendidikan dalam keadaan bencana ini yang perlu tepat sasaran,” katanya.

    Selain itu, ia juga mengatakan perlunya penguatan tentang justifikasi legal soal peserta didik yang tak ikut ujian nasional, tidak ujian sekolah. “Karena jangan sampai pascapandemi, angkatan perserta didik yang dikecualikan seperti missing link dalam proses pendidikan formal yang ditempuh,” katanya.

    Baca: Kemendikbud Minta PPDB Menyesuaikan Kondisi Daerah

    Di tempat yang sama Pembina BEM FH Universitas Malahayati, Nurlis Effendi, menyampaikan apresiasinya kepada pemateri seminar, Kadafi dan Chandra yang meluangkan waktun untuk berbagi ilmu dari berbagai sisi. 

    "Apalagi mahasiswa fakultas hukum, tentu butuh ilmu hukum yang dilihat dari berbagai dimensi,” katanya.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id