Ketat, UNP Tak Sediakan Ujian Susulan Bagi Peserta UTBK yang Telat

    Antara - 12 April 2021 15:58 WIB
    Ketat, UNP Tak Sediakan Ujian Susulan Bagi Peserta UTBK yang Telat
    Peserta mengikuti SBMPTN-UTBK di Universitas Negeri Padang, Senin. (Antara/Mutiara Ramadhani)



    Padang: Universitas Negeri Padang (UNP) tak kompromi dengan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang telat. Tidak ada ujian susulan bagi peserta UTBK yang terlambat masuk.

    "Kita tidak akan ada penambahan sesi atau hari ujian karena waktu kita juga terbatas dan termasuk pelaksanaan koreksi ujiannya secara nasional sudah dijadwalkan dengan begitu ketat," kata Wakil Rektor I Universitas Negeri Padang (UNP) Refnaldi di Padang, Senin, 12 April 2021.






    Bagi yang berhalangan hadir mengikuti ujian, pihaknya akan mengoordinasikan dengan panitia pusat dengan mempertimbangkan jenis halangannya. Kalau halangan hanya karena terlambat, panitia tidak bisa menerima.

    "Kemudian yang tidak hadir ujian hari ini kemudian dia datang melapor, itu juga tidak bisa kami maklumi," ujarnya.

    Baca: 11.716 Peserta Ikuti UTBK di UGM

    Jika memang berhalangan untuk hadir ujian, kata dia, pelaporannya mesti jauh-jauh hari. Alasan berhalangan juga harus bersifat darurat, seperti terindikasi positif covid-19 atau sakit berat. "Itu bisa dikoordinasikan lagi untuk tindak lanjutnya," ujarnya.

    Refnaldi menyebut peserta UTBK tahun ini sebanyak 18.095 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu dari 17.740 peserta.

    Peserta kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) di UNP sebanyak 6.538 orang, Sosial Humaniora (Soshum) sebanyak 9.056 orang. Sedangkan, kelompok ujian Campuran (Saintek dan Soshum) sebanyak 2.501 orang. Selain itu ada Tes Potensi Skolastik untuk mengukur kemampuan kognitif.

    Untuk kelancaran UTBK, UNP menugaskan 1.743 pengawas dari unsur dosen dan tenaga kependidikan. Pengawas tersebut akan dikoordinasi oleh 100 penanggung jawab lokasi. Selain itu, tahun ini UNP juga melayani delapan peserta berkebutuhan khusus, satu di antaranya tunanetra dan tujuh orang tunadaksa.

    Baca: Hari Pertama, 1.708 Siswa Ikuti UTBK-SBMPTN di UI

    Untuk memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus, UNP telah menyediakan pengawas khusus dari jurusan Pendidikan Luar Biasa dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP.

    Pusat UTBK UNP menyediakan 910 komputer dan 111 komputer cadangan, 55 komputer pengawas yang tersebar di 55 laboratorium komputer di 10 lokasi di UNP. Untuk pelaksanaan protokol kesehatan, UNP menugaskan sebanyak 33 orang Satgas Covid-19 yang bertanggung jawab dalam penerapan disiplin prokes.

    UNP juga melibatkan 34 tenaga keamanan yang terdiri atas unsur satpam, dosen, tenaga pendidik dan dua polisi per hari dari Polsek Padang Utara untuk menjamin keamanan lokasi ujian.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id