Kemenag Bangun Laboratorium Keagamaan di Madrasah Daerah 3T

    Citra Larasati - 16 November 2020 18:46 WIB
    Kemenag Bangun Laboratorium Keagamaan di Madrasah Daerah 3T
    Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag
    Jakarta:  Kementerian Agama membangun laboratorium keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Sorong. Laboratorium ini dibangun dalam rangka memperkuat program Kita Cinta Papua (KCP).

    "Pendidikan di madrasah tidak hanya transformasi ilmu akan tetapi harus ada proses transformasi nilai," kata Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani dalam keterangannya, Senin, 16 November 2020.

    Kepada para pendidik dan tenaga kependidikan, Dhani mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang transformatif dan humanis.  Menurutnya, guru juga harus mampu berperan sebagai pemimpin dan pemimpin lahir untuk melayani umat.

    "Dan kepemimpinan yang transformatif adalah dia yang mampu melakukan seluruh kaidah kepemimpinan ketika ada hal yang dipandang perlu dilakukan,” jelasnya.

    PTK dan kepala madrasah, lanjut Guru Besar UIN Bandung ini, juga harus mengedepankan sikap humanisme dalam mengajar. Menurutnya, proses pendidikan yang berlangsung di madrasah, harus mampu menampilkan nilai-nilai kemanusiaan.

    "Setiap proses kegiatan belajar mengajar di madrasah, jangan sampai menjadi beban tersendiri bagi anak didik kita.  Jangan kita bebani anak didik dengan hal yang di luar kemampuan mereka. Esensi dari humanisme adalah menempatkan sesuai pada tempatnya sesuai dengan porsinya,” tandasnya.

    Wilayah Papua memiliki banyak pulau, sejumlah daerah pun masih ada yang sulit diakses. Maka dari itu, selama tiga hari di Papua, Dhani menyapa secara langsung para guru yang berada di bagian TImur Indonesia untuk dilatih kapasitas dan kompetensinya.

    Baca juga:  Bantuan Subsidi Upah untuk 1,6 Juta Guru Honorer Segera Cair

    Dhani merasa bangga bertemu dengan para pejuang yang terus melakukan proses pembelajaran di tengah segala keterbatasannya.  “Menyapa anak bangsa di wilayah yang hanya guru luar biasa yang  mampu menyapanya. Dan Saya senang ketemu Bapak dan Ibu yang telah melakukan proses pembelajaran,” kata Dhani.

    Menurut Dhani, saat ini merupakan era pengetahuan, banyak hal yang harus ditingkatkan oleh para guru. Sebab, lanjut Dhani, bahwa eksistensi seorang guru bergantung pada kemampuan untuk mengmperbarui ilmu yang berkembang saat ini. 

    “Dahulu, Pluto adalah sebuah Planet, namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan, maka Pluto dihilangkan, Ia sekarang menjadi sebuah satelit,” ujar Dhani mencontohkan.

    Maka, lanjut Doktor lulusan ITB ini, bahwa jika ilmu pengetahuan tidak diperbarui, maka sejatinya kematian hakiki dari profesi seorang guru telah menjadi nyata. Sebab, "Orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan,” seru Dhani.

    Para guru di bawah binaan Kemenag ini juga diberikan keterampilan bagaimana belajar yang menyenangkan di tengah keterbatasan. Selain itu, para guru yang tersebar di wilayah Papua Barat ini juga dibekali keterampilan untuk bisa membuat konten pembelajaran melalui gawai atau handphone secara mudah, sehingga para guru diharapkan mampu berkreasi secara cepat dan mampu mengembangkannya. 

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id