Hanya 30% Siswa yang Diizinkan Orang Tua Ikut Uji Coba PTM di Jakarta

    Antara - 07 April 2021 13:33 WIB
    Hanya 30% Siswa yang Diizinkan Orang Tua Ikut Uji Coba PTM di Jakarta
    Guru sedang mengecek suhu tubuh siswa saat uji coba PTM Terbatas di Jakarta. Foto: ANT/Aprilio Akbar



    Jakarta:  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan hanya 30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang berlangsung mulai 7-29 April 2021.

    Riza mengatakan, bahwa hanya 85 sekolah di seluruh DKI Jakarta, dari jenjang SD sampai SMA yang mulai melaksanakan uji coba kegiatan PTM Terbatas.






    "Kegiatan ini sangat baik, ternyata cukup mendapat antusias dari anak-anak, sekalipun menurut data besarnya masih 20-30 persen siswa yang diizinkan oleh orang tua," kata Riza saat meninjau sekolah tatap muka di SMKN 2 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 7 April 2021.

    Meski baru 30 persen siswa yang mengikuti belajar tatap muka, Riza mengatakan kegiatan ini mendapat atensi dari para peserta didik.  Mengingat kegiatan belajar selama satu tahun terakhir masih dilakukan secara daring atau jarak jauh karena pandemi covid-19.

    Adapun sekolah tatap muka masih akan dievaluasi selama dua bulan ke depan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.  Sejumlah sekolah yang telah menerapkan belajar tatap muka ini pun menjadi percontohan (piloting) dari segi protokol kesehatan yang nantinya diterapkan di sekolah lainnya, menjelang Juli atau saat memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMKN 2 Jakarta, Murni Astuti menjelaskan, hanya 45 siswa yang mengikuti sekolah tatap muka dari jumlah total 670 siswa di sekolah tersebut.

    Baca juga:  Turun Langsung, Nadiem Pantau Uji Coba PTM Terbatas di Penajam

    Pembelajaran pun dilakukan hanya untuk kelas XII yang akan mengambil uji sertifikasi. Karena itu, hanya mata pelajaran produktif atau yang sesuai kejuruan yang dilakukan secara tatap muka.  Sedangkan mata pelajaran dasar seperti Matematika dan Bahasa Indonesia masih dilakukan secara daring.

    "Siswa yang disetujui oleh orang tua adalah 45 siswa dari seluruh siswa berjumlah 670 siswa. Selebihnya semua daring dari rumah," kata Murni.

    Adapun kegiatan belajar di SMKN 2 Jakarta dibuka untuk lima kelas kejuruan, yakni Bisnis Daring dan Pemasaran, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Multimedia, dan Rekayasa Perangkat Lunak.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id