Kekinian, Pelajar SMK Dituntut Kuasai 'Digital Marketing'

    Ilham Pratama Putra - 27 Oktober 2020 18:13 WIB
    Kekinian, Pelajar SMK Dituntut Kuasai 'Digital Marketing'
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Founder Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (Komisi), Dedy Budiman mendorong pelajar SMK agar mampu menjual karya melalui media digital saat masih di sekolah. Sebab, kemampuan digital marketing akan berguna saat mereka terjun di dunia kerja dan dunia industri.

    "Mereka pelajar SMK harus diperkuat digital marketing-nya saat ini. Ini tidak mudah, mereka mungkin tahu teori dan berkarya, tapi praktik mengenalkan apa yang mereka punya tidak bisa," kata Dedy dalam Press Conference Strategi Nikah Massal Vokasi dengan SMK di era Pandemi, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Untuk itu pihaknya bersama Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) membuat program pelatihan dan uji kompetisi marketing secara daring. Rangkaian ini merupakan bagian dari Lomba Kompetensi Siswa (LKS)-SMK Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2020 yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud.

    "Untuk itu kami terpanggil, termotivasi bagaimana anak ini bisa kompeten. Kami jadi jembatan dan membantu mereka," terang dia.

    Baca juga:  Forum OSIS SMK Nasional Ditargetkan Terbentuk 10 November

    Menurutnya hal ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin mengawinkan sekolah vokasi dengan dunia kerja dan industri.

    Pelajar dari  SMK 7 Medan, Sumatera Utara, Francesco Hidayat mengatakan, ia mendapat kemampuan lebih yang selama ini tak didapatkannya di SMK. Dia mengerti bagaimana memasarkan karyanya lewat media daring seperti Instagram hingga TikTok.

    "Jadi Saya dapet terutama skill presentasi. Saya enggak ngerti gimana caranya menjual karya yang Saya buat, jadi Saya dapat skill persentasi dari latihan-latihan dari LKS ini," ujar Francesco.

    LKS untuk para siswa jurusan SMK ini diikuti 180 peserta dari 18 provinsi. LKS telah meloloskan 12 finalis yang melakukan perlombaan babak final pada tanggal 20 Oktober 2020.

    Selama hampir satu bulan, para peserta diberikan pelatihan dan kemudian melakukan uji kompetensi dalam berbagai bidang.  Di antaranta membuat Business Model Canvass, konten digital seperti Podcast, Instagram Carousel, video TikTok, dan halaman web dengan Google Sites.

    Peserta juga diminta untuk melakukan pemasaran online menggunakan Instagram Ads. Dan di babak final para peserta diminta untuk melakukan presentasi penjualan secara langsung di hadapan juri melalui fasilitas Zoom Meeting. 


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id