Mahasiswa Baru UMSU Diminta Giat Pelajari Banyak Disiplin Ilmu

    Antara - 12 Oktober 2020 22:03 WIB
    Mahasiswa Baru UMSU Diminta Giat Pelajari Banyak Disiplin Ilmu
    PKMMB Daring Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU). Dok Antara.
    Medan: Sebanyak 3.917 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) angkatan 2020 yang dilaksanakan secara daring, Senin. Rektor UMSU, Agussani, mengatakan PKKMB angkatan 2020 terpaksa dilaksanakan secara virtual, mengingat masih dalam situasi pandemi covid-19.

    Namun, ia menegaskan kegiatan itu tidak mengurangi nilai dan semangat bagi mahasiswa baru UMSU memulai aktivitas kuliah dan belajar, menuntut ilmu dan mengasah kemampuan akademik, serta kreativitas. Rektor berharap mahasiswa baru UMSU nantinya bisa beradaptasi dengan belajar melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi.

    "Tentunya kondisi pandemi covid -19 tidak menghalangi dalam mengembangkan kemampuan akademik dan kreativitas bagi para mahasiswa baru karena keberadaan teknologi memungkinkan untuk melaksanakan semua aktifitas pembelajaran," kata Agussani dalam acara PKKMB UMSU yang digelar virtual, Senin, 12 Oktober 2020.

    Menurut dia, selama masa pandemi, UMSU berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah maka pelaksanaan kuliah akan dilakukan secara daring dengan e-learning.

    Kegiatan dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Haedar mengingatkan mahasiswa baru UMSU agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

    Baca: Wakil Ketua MPR Ajak Akademisi Berperan Aktif Mengendalikan Covid-19

    Menurutnya, peradaban sejarah bangsa dunia dimulai dari mereka yang berilmu. Ilmuwan menjadi inspirasi bagi peradaban dunia, dalam peradaban Islam tidak lebihnya sama.

    Sampai Islam meluas di seluruh muka bumi juga tidak bisa dilepaskan dari peran ilmuwan yang mengembangkan ilmunya. Haedar mengatakan amanah keilmuan tersebut diembankan terlebih kepada mereka para penuntut ilmu. 

    Ilmu dan hikmah adalah modal utama dalam menggoreskan sejarah masa depan bangsa, dengan ilmu dan akhlak, kepribadian dan segala keutamaan hidup terletak nasib masa depan bangsa. Sejalan dengan itu, Haedar menyinggung bahwa mahasiswa sekarang tidak cukup hanya mendalami satu bidang ilmu, melainkan juga harus belajar bidang ilmu lain.

    "Bersyukur kalau kalian mau belajar bidang ilmu lain untuk menambah wawasan keilmuan. Karena dunia hari ini dan ke depan tidak cukup diselesaikan oleh disiplin ilmu dan para ilmuwan di bidang masing-masing. Tetapi memerlukan interkoneksi keilmuan," tutur Haedar.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id