IPB University Lanjutkan Kerja Sama dengan Tapanuli Utara

    Arga sumantri - 13 Oktober 2020 10:42 WIB
    IPB University Lanjutkan Kerja Sama dengan Tapanuli Utara
    Penandatanganan MoU IPB University dengan Pemkab Tapanuli Utara. Foto: Dok IPB university.
    Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB) University sepakat melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara. Ini ditandadi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor IPB University, Arif Satria dan Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, Senin, 12 Oktober 2020. 

    Penandatanganan MoU turut disaksikan Anggota Komisi IV DPR Rieke Diah Pitaloka. Ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pembangunan daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

    Arif mengungkapkan kerja sama ini merupakan momen untuk memanfaatkan inovasi yang dihasilkan IPB University untuk masyarakat dan daerah. Data desa presisi misalnya, sangat berguna untuk meningkatkan akurasi data sebagai dasar bagi perencanaan pembangunan desa.

    "Kita berusaha menghasilkan perencanaan yang berkualitas. Akurasi data menjadi keniscayaan. Apabila data bermasalah, maka jangan berharap pembangunan akan berjalan dengan baik. IPB University saat ini terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk mensosialisasikan pentingnya program data desa presisi ini," ujar Arif melalui siaran pers, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Baca: Dosen IPB Kembangkan Konsep Data Desa Presisi

    Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menyambut baik kerja sama ini. Lewat kerja sama ini ia berharap Pemkab Tapanuli Utara bersama IPB University mampu membangun sebuah sistem yang akan bisa menjadi acuan rencana pembangunan tingkat desa sampai pusat.

    "Sejak saya mencalonkan diri menjadi Bupati di tahun 2013, visi misi saya adalah membangun Tapanuli Utara dimulai dari desa. Desa kuat, maka kota akan kuat. Saya berharap program data desa presisi ini bisa dimulai awal November nanti dan Tapanuli Utara menjadi pilot project-nya," kata Nikson.

    Anggota Komisi IV DPR Rieke Diah Pitaloka menuturkan, saat ini kebijakan pembangunan harus dibangun berdasarkan paradigma science based policy. Perguruan tinggi sebagai center of excellence, yakni kebijakan harus berpijak pada hasil riset perguruan tinggi.

    "Penemuan di IPB Univerity sudah banyak dan luar biasa. Saya yakin itu akan sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Semua yang sudah dihasilkan, kita akan perjuangkan untuk dapat menjadi landasan kebijakan pembangunan di segala bidang baik di pemerintah pusat dan daerah," tutur Rieke.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id