Ketua MPR Minta Menwa UNS Dibubarkan Bila Terbukti Ada Pelanggaran

    Ilham Pratama Putra - 28 Oktober 2021 16:39 WIB
    Ketua MPR Minta Menwa UNS Dibubarkan Bila Terbukti Ada Pelanggaran
    Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto.



    Jakarta: Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Gilang Endy Saputra, meninggal saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) pada 24 Oktober 2021. Meninggalya Gilang diduga karena mendapat kekerasan saat mengikuti kegiatan tersebut.

    Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersikap tegas kepada Menwa UNS. Jika terjadi pelanggaran penyelenggaraan, kata Bamsoet, organisasi itu harus dibubarkan.

     



    "Dengan pertimbangan untuk memberikan sanksi tegas hingga sanksi pembubaran organisasi Menwa UNS apabila terbukti ada unsur pelanggaran atau kelalaian dari pihak Menwa UNS yang menyebabkan meninggalnya mahasiswa yang mengikuti Diksar Menwa UNS," kata Bamsoet dalam keterangannya, Kamis, 28 Oktober 2021.

    Baca: Naik Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Kematian Mahasiswa UNS

    Bamsoet juga meminta aparat kepolisian pun harus bekerjasama dengan pihak rektorat UNS untuk melanjutkan penyelidikan dan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Pihak berwenang diharap menelusuri secara tuntas keterangan saksi dan hasil visum dokter, jika terbukti adanya unsur pelanggaran ataupun kelalaian dari penyelenggaraan Diklatsar tersebut.

    "Pihak kampus dan penyelenggara Diksar Menwa pun diminta untuk menjelaskan kronologi sampai terjadinya korban meninggal dunia, serta bertanggung jawab atas peristiwa tersebut," jelasnya.

    Ia juga meminta seluruh kampus yang memiliki Menwa untuk dapat menjalankan tugas dan fungsi Menwa sebagaimana mestinya. Bagi mahasiswa yang ingin bergabung ke UKM Menwa pun harus memahami tugas dan fungsi dari Menwa di lingkungan kampusnya.

    "Pemerintah melalui Kemendikbudristek bersama pihak kampus atau universitas mengevaluasi kegiatan kemahasiswaan, termasuk kegiatan yang identik dengan kegiatan fisik, sehingga ke depannya kasus serupa tidak kembali terulang," tutur dia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id