comscore

Simbol Toleransi, UGM Bangun Kawasan Kerohanian

Renatha Swasty - 23 Mei 2022 20:48 WIB
Simbol Toleransi, UGM Bangun Kawasan Kerohanian
Peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Kerohanian UGM. DOK UGM
Jakarta: Universitas Gadjah mada (UGM) akan memulai pembangunan Kawasan Kerohanian dengan sejumlah bangunan untuk mewadahi kegiatan kerohanian sivitas UGM beragama Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Kawasan juga dibangun sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

“Kawasan ini akan menjadi simbol bagi anak didik kita terkait toleransi dan kerukunan umat beragama. Terlebih lagi jika bangunan yang berdiri nantinya juga diisi dengan aktivitas-aktivitas yang positif,” kata Rektor UGM Panut Mulyono dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin, 23 mei 2022. 
Peletakan batu pertama digelar pada Sabtu, 21 Mei 2022. Kegiatan dihadiri Panut, jajaran pimpinan UGM, tokoh masyarakat, dan pemuka agama. 

Kawasan Kerohanian berlokasi di lingkungan Kampus UGM tepatnya di Kompleks Perumahan Sekip Blok N seluas 4.789 meter persegi. Proses perencanaan kawasan ini melibatkan dosen dari berbagai perwakilan kelompok agama sebagai Tim Perumus.

Panut menyampaikan pembangunan fasilitas rohani untuk beberapa kelompok agama di lingkungan kampus UGM menjadi salah satu prioritas sebagai bentuk komitmen UGM merawat keberagaman dan toleransi. Pembangunan Kawasan Kerohanian ini berkaitan dengan jati diri UGM sebagai universitas Pancasila. 

UGM sebagai sebuah institusi pendidikan yang terbuka, mempunyai sivitas dengan beragam latar belakang suku, agama, bahkan kebangsaan. Kondisi ini tidak lantas membuat terbatasnya ruang gerak sivitas dalam beraktivitas. 

Perbedaan ini mesti diakomodasi dalam wadah-wadah kegiatan. Fasilitas kerohanian ini akan memfasilitasi lima agama dalam satu area, namun tidak lepas interkoneksi dengan fasilitas agama Islam di Mardliyyah Islamic Center dan Masjid UGM.

Panut menyampaikan bangunan yang akan didirikan di kawasan ini tidak dapat sepenuhnya mengakomodasi kegiatan peribadatan. Namun, fasilitas ini dapat mewadahi kegiatan-kegiatan skala kecil yang biasanya merupakan kegiatan  bersifat internal keagamaan. 

Namun, tetap menekankan pada jalinan silaturahmi dan persaudaraan antar umat serta semangat kebersamaan dan toleransi. “Praktik baik yang dikerjakan di kawasan ini akan dikenang oleh anak didik kita ketika mereka lulus dan membentuk mindset mereka sebagai pemimpin yang berasal dari UGM,” ucap dia. 

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Pratikno, menyambut baik pendidikan Kawasan Kerohanian. Dia mengatakan kemajuan teknologi membuat dunia menjadi semakin sempit. 

Dia mengatakan percampuran, interaksi, serta pergaulan lintas bangsa, agama, dan etnis semakin tinggi. Sehingga, masyarakat semakin plural dan majemuk.

Pratikno mengatakan banyak negara kewalahan menghadapi kemajemukan, namun Indonesia justru telah Bineka Tunggal Ika sejak era kolonialisme. Dia menyebut kebinekaan ini perlu dipelihara sebagai salah satu bentuk pendidikan bagi generasi masa depan.

“Pendidikan bukan hanya pendidikan di dalam kelas, tapi pendidikan butuh keteladanan dan kawasan ini adalah sebuah keteladanan bagi Bineka Tunggal Ika. Kalau kita sama-sama bekerja untuk ini, kita bukan hanya menyelamatkan Indonesia, kita menyelamatkan umat manusia,” kata Pratikno.

Proses pembangunan dan kelengkapan fasilitas pendukung lainnya dilakukan melalui pendanaan kreatif yang menggandeng beberapa mitra strategis dan sahabat UGM. masyarakat juga bisa berpartisipasi sebagai donatur. 

Pelaksanaan konstruksi diperkirakan akan berlangsung sekitar 6-8 bulan yang akan dimulai setelah proses pengadaan barang dan jasa.

Baca: 9 Karakter yang Dibutuhkan Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id