UMJ Kembangkan Inkubasi Bisnis untuk Hilirisasi Riset

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 November 2019 21:51 WIB
    UMJ Kembangkan Inkubasi Bisnis untuk Hilirisasi Riset
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ), Syaiful Bakhri tengah mengembangkan inkubasi bisnis untuk riset-riset di kampusnya. Untuk itu ia mendorong riset-riset yang dihasilkan tidak hanya berkualitas dari sisi keilmuan, namun juga bisa diaplikasikan dan bukan hanya sekadar doktrin-doktrin ilmu.

    "Riset aplikasi baru kita mulai. Hasilnya akan kita inkubasi dalam bentuk bisnis," kata Syaiful di Greenpark Kampus UMJ Tangerang Selatan, Sabtu, 23 November 2019.

    Pria kelahiran Kotabaru Kalimantan Selatan ini juga berharap, riset-riset yang digarap tidak hanya  sekadar mengejar target jurnal internasional semata.  "Tidak lagi keinginan masuk jurnal-jurnal internasional tetapi langsung diaplikasikan, menjadi bagian inkubasi bisnis," jelasnya.

    Mantan Dekan Fakultas Hukum ini menjelaskan, UMJ telah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak guna membuat hasil riset yang dapat masuk inkubasi bisnis dan dikapitalisasi, atau diproduksi massal. Salah satunya dengan Ikatan Alumni UMJ.

    "Kita sudah punya lembaga inkubasi bisnis. Kita juga sudah menawarkan riset-riset mana yang bisa dikapitalisasi menjadi industri bisnis.  Kebetulan pelaku industrinya ada dari alumni fakultas teknik.  Sekarang menjajaki sebuah produk yang bisa dikapitalisasi," imbuhnya.

    Sebelumnya, Pemerintah mengajak perusahaan swasta untuk mendukung riset dan pengembangannya yang bermuara pada produk kompetitif untuk memenangkan persaingan global. Bahkan pemerintah juga menjanjikan insentif, bagi swasta yang optimal dalam menjalankan peran tersebut.
     
    Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan RIset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, perusahaan swasta akan diajak dan diberi insentif untuk mengembangkan produk yang diciptakan berdasarkan inovasi.

    “Swasta Indonesia kalau ingin menjadi pemenang, kalau ingin menjadi produsen yang kompetitif harus serius pada riset dan pengembangan yang berujung pada pengembangan produk," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Rabu, 20 November 2019.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id