UNS Kukuhkan Guru Besar Termuda

    Intan Yunelia - 16 Januari 2020 16:03 WIB
    UNS Kukuhkan Guru Besar Termuda
    Pengukuhan guru besar termuda UNS. Foto: UNS/Dok.Humas
    ?Jakarta:  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengukuhkan dua Guru Besar baru dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Hukum (FH).  Salah satu guru besar yang dikukuhkan merupakan profesor termuda di UNS.

    Pengukuhan kedua guru besar dilakukan oleh Rektor UNS, Jamal Wiwoho di Gedung Auditorium GPH Haryo Mataram, UNS, Surakarta, Kamis, 16 Januari 2020.  Kedua Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. Dr. Eng. Budi Purnama, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar ke-16 FMIPA dan ke-211 UNS serta Prof.Dr. Pujiyono, S.H.,M.H. merupakan Guru Besar ke-7 FH dan ke-212 UNS.

    Terdapat satu fakta unik dalam pengukuhan Guru Besar tahun ini, Prof.Dr.Pujiyono, S.H.,M.H. merupakan Guru Besar termuda di UNS, yakni berusia 40 tahun dua bulan.  “Ini suatu pertanda yang baik bagi masa depan UNS, karena regenerasi guru besar di UNS sudah mulai menampakkan hasilnya. Perlu diketahui, rata-rata usia para guru besar UNS saat ini adalah 55 tahun,” kata Jamal dalam sambutannya.

    Dalam waktu dekat, UNS kembali akan menggelar pengukuhan guru besar pada 21 Januari 2020 mendatang.  Pada acara ini dibacakan pula pidato inagurasi oleh masing-masing guru besar.

    Budi Purnama menyampaikan pidato dengan judul Magneto Sosiologi : Risalah Pengetahuan Interaksi Bahan Magnetik.  Selanjutnya pidato kedua, Pujiyono menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Mendorong Mediasi Di Luar Pengadilan Sebagai Model Arus Utama Dalam Resolusi Sengketa Bisnis.

    Dengan berlangsungnya acara ini, Jamal berharap kepada kedua Guru Besar yang baru saja dikukuhkan untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan keilmuan dan nilai-nilai akademiknya. Tak hanya itu, guru besar juga diharapkan dapat memberikan sumbangsihnya bagi pengembangan UNS, serta kemajuan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.

    “Eksistensi profesor tidak hanya pada nama, tetapi lebih dari itu. Kepakaran keilmuanya harus dibuktikan dan didorong, lalu dimanifestasikan pada karya yang membawa kemaslahatan umat,” seru Jamal.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id