KBBI Braille Wujud Pemerataan Informasi Penyandang Disabilitas

    Intan Yunelia - 26 Desember 2018 16:37 WIB
    KBBI Braille Wujud Pemerataan Informasi Penyandang Disabilitas
    Kepala Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Gufron Ali Ibrahim (tengah) saat menyerahkan master KBBI Braille di Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.
    Jakarta: Pusat Pengembangan dan Perlindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan master Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Braille kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPKLK) Kemendikbud dan kepada Direktorat Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial.

    Master KBBI ini bertujuan untuk menyebarluaskan KBBI Braille kepada penyandang disabilitas. Sejak diluncurkan dalam Kongres Bahasa yang diresmikan pada 28 Oktober 2018 lalu di mana pencetakan KBBI Braille ini bekerja sama dengan BPPB dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso dan Kementerian Sosial.

    “KBBI Braille disusun demi mewujudkan keadilan dan kemerataan informasi bagi semua kalangan masyarakat yang sejalan dengan UU nomor 8 tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas,” kata Kepala Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Gufron Ali Ibrahim di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 26 Desember 2018.

    Sebagai pengguna kamus, penyandang disabilitas ini dilibatkan dalam alih huruf KBBI Braille. Setelah pengalihan huruf ke huruf Braille selesai dan dicetak kemudian dilaksanakan penyuntingan oleh penyandang disabilitas netra untuk menghindari kesalahan penulisan, keterbacaan dan lainnya.

    “Setelah itu KBBI dicetak dan dijilid secara khusus. Dalam setiap jilidnya berisi 50 lembar khusus Braille,” ujar Gufron.

    Baca: Pemerintah Dorong Kewirausahaan Berbasis Pesantren

    KBBI Braille ini secara keseluruhan terbagi dalam 139 jilid. Di mana setiap jilidnya terdiri atas bagian depan kamus yang berisikan petunjuk pemakaian. Serta bagian batang tubuh yang berupa entri A-Z dan bagian belakang yang berisikan lampiran.

    Sementara itu, terang Gufron, KBBI Braille ini tidak jauh berbeda dengan KBBI V. Tampilan luar KBBI Braille mencakup jenis, ukuran tulisan, warna sama persis dengan KBBI V.

    “Perbedaannya hanyalah pada tambahan nama instansi pengalih huruf berikut pencetaknya serta logo Braille,” papar Gufron.

    Dengan keberadaan KBBI Braille ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencerdaskan kehidupa bangsa. Terutama para penyandang disabilitas netra.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id