UN SMK, Sekolah Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 19 Maret 2020 20:08 WIB
    UN SMK, Sekolah Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan
    Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
    Jakarta: Pelaksanaan Ujian Nasional (UN), baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Ajaran 2019/2020 sampai hari terakhir berlangsung lancar. Diketahui saat ini hanya 28 provinsi yang melaksanakan UN.

    Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Ade Erlangga menyampaikan, semua sekolah terus melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. “Pelaksanaan Ujian Nasional sampai saat ini di beberapa daerah yang melaksanakan, kami melihat berjalan baik dan pelaksana di daerah pun menerapkan protokol kesehatan,” terang  Ade dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.

    Kepala Sekolah SMKN 3 Sorong, Umar Singgih menjelaskan, bahwa sekolahnya menerapkan protokol yang telah ditetapkan oleh BSNP selaku panitia penyelenggara UN tingkat pusat. Penerapan ini terus dilaksanakan sampai hari terkahir ujian yakni 19 Maret 2029.

    “Kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan BSNP walaupun anak-anak merasa peraturan ini sedikit merepotkan mereka tapi kami meyakinkan mereka bahwa ini demi kesehatan mereka sendiri. Jadi anak-anak masih tetap semangat untuk melanjutkan sampai hari terakhir,” terangnya.

    Terkait protokol, umar menjelaskan setiap pergantian sesi teknisi menyemprotkan disinfektan di meja, bangku dan perangkat papan ketik komputer. Kemudian mengganti jabat tangan dengan melipat tangan di dada, serta wajib mencuci tangan menggunakan sabun bagi setiap orang di sekolah.

    Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Didik Wardaya mengatakan, bahwa pelaksanaan UN kali ini pihaknya intens menginstruksikan untuk selalu menjaga kebersihan tangan. Hal itu juga berlaku untuk sekolah-sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

    “Penekanan kepada kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri, ketersediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan dengan sabun untuk seluruh warga sekolah, meningkatkan frekuensi pembiasaan cuci tangan menggunakan sabun di semua satuan pendidikan," jelasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id