FSGI: Jangan Libatkan Guru dalam Pilkada

    Ilham Pratama Putra - 14 September 2020 10:10 WIB
    FSGI: Jangan Libatkan Guru dalam Pilkada
    Sekjen FSGI, Heru Purnomo. Foto: Dok. Pribadi
    Jakarta: Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengingatkan para guru agar tidak terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal ini guna menghindari politisasi guru dan konflik kepentingan saat Pilkada.

    "FSGI mendorong Kementerian Dalam Negeri dapat membuat surat edaran kepada daerah-daerah yang menyelenggarakan pemilihaan kepala daerah agar tidak melibatkan guru dalam proses kampanye dan dukungan suara," kata Heru dalam keterangannya kepada Medcom.id, Senin 14 September 2020.

    Menurutnya, netralitas guru selalu dipertaruhkan setiap kali Pilkada. Sebab tak jarang para calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada menjadikan guru sebagai kuda tunggangan atau batu loncatan untuk mendapatkan jabatan karier di pemerintahan.

    "Guru dan pejabat pemerintah lainnya  memegang posisi, wewenang, dan pengaruh strategis. Hal tersebut membuat mereka potensial digerakkan untuk berpartisipasi dalam kampanye yang menguntungkan salah satu calon," terang Heru.

    Baca juga:  Kesempatan Masuk Perguruan Tinggi Tidak Boleh Dibuang

    Heru mengkhawatirkan banyak pendidik akhirnya menggunakan sekolah untuk meraih suara para siswa yang menjadi pemilih pemula. Indikatornya sudah mulai terlihat dari adanya permintaan dari jajaran dinas pendidikan di sejumlah daerah yang meminta nomor-nomor telepon seluler para siswa yang menjadi pemilih pemula.

    Untuk itu, pihaknya juga mendorong Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk mengeluarkan edaran khusus. Yang isinya  melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat dalam kegiatan kampanye, apalagi guru dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) jumlahnya juga cukup besar di seluruh daerah.

    "Selain itu FSGI mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah proaktif mencegah sekolah dan siswa dimanfaatkan untuk kepentingan politik," tutup Heru.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id