Anak Muda Harus Memiliki Kecerdasan Sejarah

    Achmad Zulfikar Fazli - 14 September 2020 22:34 WIB
    Anak Muda Harus Memiliki Kecerdasan Sejarah
    Ilustrasi. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
    Jakarta: Gerakan mahasiswa dinilai butuh imajinasi baru. Mahasiswa jangan sampai terjebak nostalgia masa lalu dan harus menyongsong masa depan yang cerah.

    Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, mengatakan mahasiswa bisa terjebak nostalgia cerita masa lalu karena ketidakpuasan dan kegelisahan masa kini.

    "Anak muda selalu tidak puas dengan masa kini. Ada yang mengajak 'yuk kembali ke zaman orde baru, yuk kembali ke zaman kekhilafahan'. Ada yang ingin kembali ke 20-100 tahun ke belakang. Anak muda harus songsong mas depan," kata Budiman dalam webinar 'Mendambakan Gerakan Baru' dalam Pekan Raya Nasional Mahasiswa yang digelar ID Next Leader, Senin, 14 September 2020.

    Budiman mengingatkan mahasiswa agar tak salah memahami sejarah. Mahasiswa hanya bisa memilih kembali ke masa lalu atau menyongsong masa depan. Dia pun mengajak mahasiswa berpikir untuk masa depan.

    "Anak muda harus punya kecerdasan sejarah supaya tak ada di sisi salah sejarah," kata dia.

    Budiman menjelaskan konsep Trisakti ABC yang merujuk pada Trisakti Bung Karno. Konsep Trisakti ABC mencakup tiga ide penting yang terdiri atas 3A (alami, asasi, abadi), 3B (berdana, berdata, berdaya), dan 3C (cinta, cita, cipta).
     
     

    Ia menjelaskan 3A terkait gerakan selaras dengan alam, pemerataan akses ekonomi, dan keberlanjutan. Sedangkan 3B terkait dengan penghasilan masyarakat yang mencukupi, terjaminnya hak atas data, dan akses pengembangan diri.

    Sementara itu, 3C berhubungan kemunculan generasi kaya ide futuristik, dan kemampuan menciptakan inovasi untuk masyarakat luas. Budiman mengatakan mahasiswa harus mencintai setiap tindakannya untuk menggapai cita, dan memunculkan karya atau cipta.

    Perkembangan teknologi juga menuntut gerakan mahasiswa yang lebih efisien dan fleksibel. Gerakan mahasiswa harus berdampingan dengan kemajuan teknologi.

    Baca: Generasi Milenial Diharap Ikut Majukan Ekonomi Daerah

    Budiman mencontohkan dulu sikap politik seseorang harus disuarakan lewat cara-cara konvensional melalui tulisan, poster, bahkan aksi demonstrasi. Kini semua itu bisa dilakukan lewat teknologi digital.

    "Sekarang cukup posting status, bikin thread, atau status di media sosial untuk tahu sikap politik seseorang," ujar dia.

    Budiman menegaskan gerakan mahasiswa harus menghidupi diri dan organisasinya. Gerakan mahasiwa harus menjaga haknya atas data yang dimiliki dan mempunyai semangat memperjuangkan pengembangan diri untuk berdaya.

    "Gerakan mahasiswa harus mengambil peran penting dalam kerja mewujudkan tatanan yang harmoni antara manusia, dan ekologi berbasis teknologi," ujar dia.

    (AZF)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id