Wacana Menganggap Covid-19 Sebagai Endemi, Ini Kata Pakar UB

    Arga sumantri - 23 September 2021 11:08 WIB
    Wacana Menganggap Covid-19 Sebagai Endemi, Ini Kata Pakar UB
    Ilustrasi. Medcom.id



    Malang: Pemerintah mulai bersiap mengubah status pandemi covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak untuk bersiap dengan transisi dari pandemi ke endemi tersebut.

    Dalam kunjungannya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, DIY pada Jumat, 10 September 2021, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa wabah covid-19 tidak bisa diprediksi kapan akan hilang.

     



    Merespons hal itu, Ekonom Universitas Brawijaya (UB) Abdul Ghofar menilai pemerintah terlalu dini merencanakan transisi dari pandemi ke endemi. Menurutnya, keputusan untuk menjadikan covid-19 sebagai endemi akan berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat. Sehingga, dikhawatirkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol kesehatan.

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB itu mengatakan, pemerintah akan kesulitan untuk menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat ketika transisi dari pandemi ke endemi diberlakukan.

    "Ketika endemi sudah dideklarasikan, itu akan berpengaruh terhadap pergerakan kegiatan masyarakat. Masyarakat kita akan cenderung merasa bahwa covid-19 sudah selesai. Berbahayanya adalah ketika masyarakat menjadi abai dengan protokol kesehatan," kata Ghofar mengutip siaran pers UB, Kamis, 23 September 2021.

    Menurutnya, wacana tersebut dapat memicu kasus semakin tinggi, sementara kebijakan pembatasan juga akan semakin susah karena sudah dianggap endemi, bukan lagi pandemi.

    Baca: PTM Berujung Penularan Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Jumlah Klaster Sekolah Terbanyak

    Di sisi lain, kata dia, belum ada negara di dunia yang menjadikan covid-19 sebagai endemi. Semuanya masih menganggap covid-19 sebagai pandemi meskipun sejumlah negara telah melonggarkan aktivitas warganya.

    "Belum ada satu negara yang mengatakan ini endemi kan sebenarnya. Semua negara masih mengatakan ini terjadi pandemi walaupun melihat kondisi masing-masing negara ada yang melonggarkan, ada yang tidak melonggarkan ada yang memperketat aktivitas warganya," terangnya.

    Ghofar mengatakan, ada tiga kunci penting yang harus dicapai pemerintah supaya transisi dari pandemi ke endemi tidak memicu masalah baru. Yakni capaian vaksinasi, standar kesehatan, dan kebiasaan new normal di tengah masyarakat.

    Ghofar menjelaskan, tingkat perekonomian tidak bisa langsung naik meskipun sudah memasuki pascapandemi. Menurutnya, akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang tidak merata di masing-masing negara atau yang disebut dengan uneven economic growth.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id