Satgas Covid-19 RS UNS Minta Rencana Pelonggaran PPKM Dikaji Ulang

    Citra Larasati - 22 Juli 2021 20:13 WIB
    Satgas Covid-19 RS UNS Minta Rencana Pelonggaran PPKM Dikaji Ulang
    Kampus UNS. Foto: UNS/Humas



    Jakarta:  Jubir Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Ardyanto meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).  Sebab persentase masyarakat yang baru mendapat suntikan pertama dengan suntikan kedua vaksin covid-19 belum mencapai target yang diinginkan.

    Tonang mengatakan, apabila pemerintah jadi melonggarkan PPKM, yang perlu diperhatikan adalah potensi terjadinya lonjakan kasus covid-19.  Seperti yang dialami oleh Inggris, Malaysia, India, termasuk Singapura, padahal negara-negara tersebut dinilai sebagai negara paling berhasil menanggulangi pandemi covid-19.

     



    Sebagai contoh, di Inggris, pemerintahan Boris Johnson berani untuk melonggarkan penguncian wilayah, sebab 88 persen masyarakatnya sudah mendapat suntikan pertama vaksin covid-19. Begitu juga persentase yang mendapat suntikan kedua vaksin covid-19 sudah mencapai 60 persen.

    “Dan, ini menjadi pelajaran berharga untuk kita agar memang reopening yang situasi dianggap sudah siap pun ternyata juga terjadi (pertambahan kasus covid-19), padahal cakupan vaksinasi kita belum ke sana (mencapai target),” kata Tonang dikutip dari laman UNS, Jumat, 22 Juli 2021.

    Baca juga:  Satgas Covid-19 UNS: Indonesia Tengah Dilanda Gelombang Ketiga Covid-19

    Oleh karenanya, Tonang juga mendorong agar pemerintah secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya melakukan vaksinasi covid-19 untuk masyarakat. Sebab, efek dari vaksinasi covid-9 baru dapat dirasakan manfaatnya jika sudah mencapai persentase 40 persen.

    “Sehingga, kita berharap efek vaksinnya bisa terasa. Ini bukan berarti pandemi selesai, tapi jumlah kasus bisa di bawah jumlah yang sembuh. Misalnya, di Chili, yang divaksinasi covid-19 adalah lansia. Dampaknya kasus positif bergeser ke remaja, kemudian ke anak-anak. Makanya remaja dan anak-anak juga perlu divaksinasi,” ujar Tonang. 

    Vaksin untuk Indonesia
     
    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental.
     
    Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id