Wali Kota Pariaman: SKB Seragam Sekolah Berlebihan

    Ilham Pratama Putra - 16 Februari 2021 20:37 WIB
    Wali Kota Pariaman: SKB Seragam Sekolah Berlebihan
    Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani.



    Jakarta: Wali Kota Pariaman, Sumatra Barat, Genius Umar menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam dan atribut sekolah khusus keagamaan berlebihan. Terlebih, ia menilai SKB itu terbit lantaran kasus di satu sekolah.

    "Padang ini hanya satu kasus, (seharusnya) tidak perlu dengan SKB. Cukup menterinya surati gubernur, agar walikotanya, kepala sekolahnya SMK ini jangan memaksakan pakaian muslim," terang Genius kepada Medcom.id, Selasa, 16 Februari 2021.




    Menurut Genius, pakaian muslim di Sumatra Barat telah menjadi budaya. Sementara, sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dalam menjalankan budaya berpakaian muslim tersebut.

    "Karakter yang kita latih di sekolah ini adalah karakter islami dan sudah menjadi budaya Minang Kabau, Adaik basandi syarak-syarak basandi Kitabullah (seluruh adat yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau harus mengacu kepada syariat Islam, yang pada gilirannya didasarkan pada al-Quran dan Sunnah)," terangnya.

    Baca: Kemendikbud Tegaskan Siswi Madrasah Boleh Diwajibkan Pakai Jilbab

    Menurut dia, SKB seragam berpotensi menghilangkan kekhasan satu daerah. Bagi Genius, tak semua daerah bisa dipukul rata lewat keberadaan SKB ini.

    "Cara berpakaian ini adalah turut menjadi kekhasan masing-masing. Enggak bisa juga kita larang, tetapi pakaian muslim sudah menjadi budaya menjadi norma sendiri. Enggak perlu kita buat larangan ke sekolah, kita ingin membentuk karakternya juga," sambungnya.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id