11 Guru SMPN 1 Tarakan Terpapar Covid-19

    Antara - 25 Januari 2021 10:56 WIB
    11 Guru SMPN 1 Tarakan Terpapar Covid-19
    Warga Tarakan sedang menjalani rapid tes. Foto: ANT/Susylo Asmalyah
    Jakarta:  Sebanyak 11 orang guru SMPN 1 Tarakan Provinsi Kalimantan Utara terpapar covid-19 dan kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.  Salah satu guru di antaranya memiliki komorbid.

    "Komorbid satu orang, semua menjalani isolasi mandiri di rumah. Sudah sembuh ada empat orang," kata Kepala Sekolah SMPN 1 Tarakan, Tri Junarto di Tarakan, Minggu, 25 Januari 2021.

    Tes usap awalnya dilakukan terhadap 18 orang, setelah sebelumnya menemukan empat orang yang positif. Kemudian tiga orang lainnya melakukan tes usap secara mandiri.

    Awal mula mereka yang terpapar, karena adanya pelaku perjalanan dari Nunukan salah seorang istri dari guru SMPN 1 yang bekerja di Puskesmas.  "Kami bersama komite sekolah memutuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka, karena adanya guru yang terpapar covid-19," kata Tri.

    Hal tersebut sudah dia sampaikan dengan melayangkan surat ke Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas dan Penanggung Jawab Penanggulangan covid-19 Tarakan.

    Sementara itu, jejak pendapat untuk pembelajaran tatap muka hasilnya 44,4 persen setuju dilakukan secara pembelajaran tatap muka, sedangkan sisanya sebesar 55,6 persen setuju dilakukan pembelajaran daring.

    Baca juga:  Angka Anemia Siswa Indonesia Tinggi Ancam Kualitas Belajar

    Menurutnya, dari kesiapan sarana pendukung kegiatan belajar tatap muka maupun standar operasional prosedur (SOP), pihaknya sudah siap.  Kesiapan sarana seperti ruang kelas, wastafel, hand sanitizer, sabun, pengukur suhu badan. Demikian juga kesiapan SOP baik di lingkungan maupun di luar sekolah.

    Namun, karena ada guru yang terkonfirmasi covid-19, pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan tatap muka di sekolah. Tri Junarto memperkirakan, jumlah guru yang terkonfirmasi covid-19 mencapai 9 hingga 10 orang.

    “Untuk sarana prasarana, SMP 1 siap. Cuma gurunya ini banyak yang positif,” beber Tri Junarto.

    Menurutnya, keputusan ini juga telah disepakati oleh Komite Sekolah. Ditambah lagi persentase orang tua yang setuju menurun menjadi 44,4 persen saja dari 1.246 siswa, yang dipengaruhi terus bertambahnya angka konfirmasi covid-19 di Tarakan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id