Riset: Industri Lebih Suka Lulusan Kampus di Daerah dan Luar Negeri

    Ilham Pratama Putra - 11 November 2020 18:43 WIB
    Riset: Industri Lebih Suka Lulusan Kampus di Daerah dan Luar Negeri
    Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
    Jakarta: Pengamat Sosial sekaligus Pengajar Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengungkapkan jika dunia industri hari ini lebih condong menerima lulusan dari daerah dan perguruan tinggi luar negeri untuk diterima kerja. Hal itu terungkap dari hasil penelitiannya yang dilakukan 2019 lalu itu.

    Menurut hasil risetnya tersebut, kata devie, kedua kriteria itu memiliki keistimewaan yang sangat berguna bagi industri. "Mereka lebih mau mempekerjakan anak daerah dan anak Indonesia yang lulusan luar negeri," kata Devie dalam Rapat Panja Peta Jalan Pendidikan, Rabu, 11 November 2020.

    Pada penelitiannya, kecenderungan industri kepada calon karyawan dari dua kriteria itu berkaitan dengan  kemandirian atau kinerja lulusan. Lulusan daerah dan luar negeri dinilai lebih memiliki etos kerja dibandingkan pendidikan tinggi di kota besar Indonesia.

    "Mereka itu punya etos kerja yang luar biasa, ketika mereka minta gaji Rp10 sampai Rp15 juta, itu mereka bisa memberikan produktivitas (orang yang gajinya setara) Rp20 juta sampai Rp25 juta.  Beda kalau lulusan Indonesia yang menilai dirinya terlalu tinggi, tapi mereka tidak mampu memberikan yang semestinya pada nilai gaji yang diberikan pada mereka," tambahnya.

    Baca juga:  Dampak Resesi, Industri Sulit Serap Lulusan Baru

    Alasan lainnya adalah lulusan perguruan tinggi di kota tidak memiliki visi ketekunan seperti yang diharapkan industri. Yang ditampilkan lulusan kota saat ini adalah game mindset, tidak ada keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan sampai akhir.

    "Itu terwujud dalam karakter mereka di industri dan ini lah yang menjadikan para industri lebih memilih mempekerjakan anak-anak Indonesia lulusan luar negeri atau dari daerah, mereka itu lebih memiliki determinasi yang jauh lebih tinggi," ungkapnya.

    Artinya, ketika lulusan dalam kota menghadapi masalah, mereka akan berhenti bekerja dan akhirnya tidak mencari solusi lain atas pekerjaan mereka.

    Selain itu, lulusan kota itu cenderung tidak bisa dituntut bekerja cepat. Mereka tidak senang dengan pekerjaan yang dikejar deadline.

    "Memang industri saat ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi, tapi mereka tidak suka diawasi dan deadline yang padahal menjadi DNA industri, lalu kepercayaan diri yang terlalu tinggi," pungkas Devie.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id