Survei: Bantuan Kuota Internet Terkendala Sinyal Tak Stabil

    Ilham Pratama Putra - 16 Oktober 2020 19:37 WIB
    Survei: Bantuan Kuota Internet Terkendala Sinyal Tak Stabil
    Ilustrasi. Foto: MI
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan kuota internet gratis kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.  Namun hasil survei Arus Survei Indonesia menunjukkan, pemanfaatan kuota internet tersebut masih menjumpai sejumlah kendala.

    Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Kemendikbud.  "33,8 persen menyebut sinyal tidak stabil. Akses internet untuk mengakses pembelajaran terbatas ada 23,4 persen, dan ada 12,3 persen menyebut jika kuota yang diberikan kecil," lanjut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an dalam rilis hasil survei ASI 'Polemik dan Presepsi Publik Terhadap Bantuan Kuota Internet', Jumat, 16 Oktober 2020.

    Sementara itu kendala lainnya, ialah masa aktif kuota yang yang terbatas datang dari 6,1 persen responden, pembagian kuota tidak merata 4,0 persen. Adapula kendala lainnya yakni tak memiliki gawai sebanyak 2,2 persen.

    Survei juga menggali informasi rentang waktu penggunaan bantuan kuota internet yang digunakan rata-rata responden dalam satu hari.  Dalam sehari, rata-rata penerima subsidi hanya memanfaatkan kuota tersebut selama tiga jam.

    "Publik yang memanfaatkan kuota internet untuk belajar dua sampai tiga jam sehari sebanyak 38,6 persen. Ini yang paling banyak," kata Ali. 

    Baca juga:  Survei: 20% Masyarakat Tidak Tahu Ada Subsidi Kuota Internet

    Pemanfaatan kuota dua hingga tiga jam itu adalah persentase terbesar dari 1.000 orang yang disurvei oleh ASI. Sisanya, kuota dimanfaatkan selama satu hingga dua jam sebesar 24,1 persen.

    Selain itu untuk yang memanfaatkannya di atas lima jam tak lebih dari 8,3 persen. Menariknya, meski pemanfaatan waktunya minim, ternyata masih ada penerima bantuan yang menilai kuota internet yang diberikan masih kurang.

    "Sebanyak 39,3 persen responden mengaku kapasitas internet tersebut masih kurang," terang Ali.

    Sementara itu yang menjawab sudah cukup ada di angka 53,5 persen dan yang tidak menjawab ada 7,3 persen. 

    Baca juga:  Tanpa Perbaikan Metode Belajar Daring, Subsidi Kuota Sia-sia

    Ali menyebut, jika survei nasional dengan 1.000 responden ini sangat mewakili jumlah populasi penerima bantuan. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan menggunakan teknik random sampling.

    Adapun margin of error dalam survei ini ialah 3,10 persen dengan tingkat kepercayaannya 95 persen. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara via telepon yang disertakan kuisioner.  Survei dilakukan dalam total waktu 10 hari dan survei berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020.

    Sebelumnya, Kemendikbud menggelontorkan dana sebesar Rp7,2 Trilun untuk bantuan kuota internet untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan pulsa ini diberikan kepada pelajar, guru, mahasiswa, dan dosen mulai September selama empat bulan ke depan.

    Rincian bantuan pulsa dalam bentuk kuota ini diperuntukkan bagi siswa yakni sebesar 35 GB (gigabyte) per bulan, lalu guru 42 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen diberikan masing-masing 50 GB per bulan.


    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id