Nadiem: Sistem Pendidikan di Indonesia Tidak Fleksibel

    Andhika Prasetyo - 28 November 2019 20:50 WIB
    Nadiem: Sistem Pendidikan di Indonesia Tidak Fleksibel
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut sistem pendidikan di Indonesia saat ini sangat tidak fleksibel bahkan tidak kreatif.  Akibatnya tidak mampu mengikuti perubahan zaman yang terus bergerak dengan cepat.

    Ia melihat ada terlalu banyak aturan dan standarisasi yang diterapkan di lingkungan sekolah, termasuk pelaksanaan Ujian Nasional UN.  Hal tersebut jelas sangat membebani para murid dan membuat mereka kaku, sehingga tidak bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki sebenarnya.

    "Ini sedang kami kaji. Arahan Presiden Jokowi adalah melakukan deorganisasi, mengurangi aturan dan meningkatkan kualitas SDM. Caranya dengan membuat kurikulum yang fleksibel," ujar Nadiem di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    Di era industri digital seperti saat ini, ilmu pengetahuan memang penting. Namun, ada banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting, terutama untuk memosisikan diri di dalam dunia kerja, yakni kreativitas, kolaborasi dan komunikasi.

    Sayangnya, tiga hal tersebut kerap luput dari kurikulum pendidikan. "Apakah pembelajaran yang didapat di sekolah banyak digunakan di dunia nyata? Tidak terlalu," ujar Nadiem.

    Akhirnya, lanjut dia, ketika masuk ke dunia kerja, banyak anak muda tidak mampu menyampaikan komunikasi dengan baik. Kemampuan kolaborasi mereka pun kurang baik.

    "Dari sisi disiplin diri, tepat waktu, follow up kegiatan, itu tidak ditemukan. Mereka juga tidak bisa membuat keputusan secara mandiri karena tidak bisa berpikir dinamis," jelas Nadiem.

    Maka dari itu, tiga poin utama yang telah disebutkan akan menjadi fokus utama di dalam kurikulum baru yang akan dikeluarkan. Kendati demikian, Nadiem mengatakan hasil nyata mungkin tidak akan terlihat dalam waktu singkat.

    Ia memproyeksi setidaknya dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk melihat hasil dari pengembangan SDM dengan skema baru.  "Paling tidak lima tahun ke depan, kita bisa berubah menuju lebih baik. Generasi berikutnya bisa bergerak dinamis dan berpikir kritis," tandasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id