Asesmen Nasional Bakal Tunjukkan Kualitas Pendidikan Selama Pandemi

    Arga sumantri - 07 April 2021 17:33 WIB
    Asesmen Nasional Bakal Tunjukkan Kualitas Pendidikan Selama Pandemi
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Zoom



    Penajam:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim belum memegang data siswa Indonesia yang menurun kualitas membacanya selama satu tahun pandemi covid-19. Namun, kata Nadiem, hal ini akan diketahui melalui Asesmen Nasional (AN) pada September 2021 mendatang.

    "Asesmen Nasional kita yang akan memetakan mana yang paling ketinggalan," kata Nadiem di SDN 25 Penajam, Penajam Paser Utara, Kaimantan Timur, Rabu, 7 April 2021.






    Nadiem menyebut, AN juga akan jadi pijakan pemerintah memetakan sekolah mana yang masih membutuhkan dukungan lebih. Setelah itu, pemerintah baru akan memetakan sekaligus menyusun bentuk bantuan yang diperlukan.

    "September ini kita akan tahu datanya per sekolah. Di mana masalah-masalah, siapa yang butuh bantuan kita lebih banyak," ujar Nadiem.

    Baca juga:  Respons Laporan UNESCO, Nadiem: Kembalikan Anak ke Sekolah

    Ia menekankan, guna mengejar ketertinggalan pembelajaran, khususnya akibat pandemi covid-19, sekolah harus berani mengakselerasi transformasi Merdeka Belajar. Akselerasi bisa fokus kepada hal esensial, yakni literasi, numerasi, dan survei karakter.

    Sebelumnya, berdasarkan studi 'Satu tahun Pandemi' yang dilakukan UNESCO, jumlah anak yang mengalami kesulitan membaca dalam satu tahun terakhir ini mengalami lonjakan di seluruh dunia.  Dari 460 juta anak di 2020, meningkat menjadi 584 juta anak atau sebanyak 124 juta anak menurun kemampuan membacanya selama pandemi covid-19.

    Masih berdasarkan laporan tersebut, kenaikan sebesar 20 persen tersebut telah menghapus capaian yang diperoleh dalam dua dekade terakhir.  Dikutip dari laman UN News, total angka penutupan sekolah sejak awal pandemi virus korona telah mengganggu kegiatan sekolah selama rata-rata 25 minggu.

    Baca juga:  UNESCO: 124 Juta Anak Menurun Kemampuan Membacanya Selama Pandemi

    Kerugian tertinggi diproyeksikan terjadi di wilayah Amerika Latin, Karibia, Asia Tengah dan Asia Selatan.  UNESCO pun menyebut kondisi ini sebagai "bencana generasi".  Untuk itu UNESCO merekomendasikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan pendidikan.

    Di antaranya seruan untuk membuka kembali sekolah dengan dukungan yang lebih besar bagi para guru, kemudian inisiatif untuk mencegah siswa putus sekolah, dan percepatan ketersediaan perangkat pembelajaran digital.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id